Kalam Hikmah

Jumat, 27 Mei 2011

Pemimpin yang Ideal Menurut Kaca mata Islam


IDEALNYA SEORANG PENGAYOM
PILKADES,PILBUP,PILGUB,PILLEG,PILPRES apapunlah namanya dengan segala warna warninya dan hingar bingarnya Mau tidak mau kita harus ikut serta didalamnya karena kedudukan kita sebagai warga Negara, akan tetapi semua itu bukanlah sekedar pesta rakyat belaka, melainkan suatu tugas berat yang harus kita laksanakan bersama sebagai muslim sebab ada beban moral yang harus kita perhatikan dalam menentukan pilihan kita, karena pemimpin yang baik adalah pemimpin yang sesuai dengan harapan agama. Yang bisa kita jadikan sebagai panutan,dapat menampung aspirasi kita dan yang terpenting dapat membentuk Negara kita ini sebagai mana yang disifati Allah " Baldatun Toyyibun Wa Rabbun Ghofur".
Setiap manusia sangat butuh akan jiwa kepemimpinan (leadership) karena manusia dituntut untuk bisa mengatur kehidupanya apalagi terhadap hal-hal yang berkenaan dengan masalah sosial. Banyak penulis yang telah menerbitkan karyanya tentang "membangun jiwa leadership" bahkan konsep-konsepnya telah diterangkan dengan detail, mulai dari pemimpin moderat, demokratis, otoriter dan lain sebagainya, terus bagaimana konsep leadership dalam islam sendiri?
Islam sendiri telah menjelaskan konsep-konsep leadership, bagaimana menjadi seorang pemimpin yang dicintai rakyatnya, bagaimana sistem yang harus dipakai pada sebuah pemerintahan, dan bagaimana tanggung jawab seorang pemimpin
a- Setiap muslim adalah pemimpin
حديث عبد الله بن عمر رضي الله عنه أنّ رسول الله صـلىّ الله عليه وسـلّم : كـلّـكم راع وكـلّـكم مسئول عن رعيـّته فـالأمير اللذي عـلى النّـاس راع وهو مسئول عنهم والـرجل راع على أهل بيته وهو مسئول عنهم والمراة راعية على بيت بعلـهـا وولده وهي مسئولة عنهم والعبد راع على مـال سـيّده وهو مسئول عنه , على فـكـلّـكم راع وكـلّـكم مسئول عن رعـيّته ( أخرجه الـبخـاري)
Artinya:
" Abdullah Ibn Umar berkata bahwa rasulullah SAW telah bersabda "kalian semua adalah pemeimpin (pemelihara) dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya seorang pemimpin akan ditanya tentang rakyat yang dipimpinnya, suami pemimpin keluarganya dan akan ditanya tentang keluarga yang dipimpinya, isteri memelihara rumah suami dan anak-anaknya dan akan ditanya akan hal yang dipimpinya, seorang hamba (buruh) memelihara harta milik majikanya dan akan ditanya tentang pemeliharaanya, camkanlah bahwa kalian semua pemimpin dan akan dituntut (dimintai pertanggung jawaban) tentang hal-hal yang dipimpinya".
(Hadith riwayat Imam Bukhori)
Hadith diatas menjelaskan bahwa semua orang adalah pemimpin (pemelihara) dan akan dimintai pertanggung jawaban terhadap kepemimpinanya, baik pemimpin Negara, pemimpin keluarga, ibu rumah tangga, dan siapa saja yang memiliki tanggung jawab termasuk memimpin dirinya sendiri, semua akan dimintai pertanggung jawaban diakhirat kelak.
Oleh karena itu setiap muslim harus berusaha menjadi pemimpin yang baik, pemimpin yang adil dan betul-betul memperhatikan kepentingan rakyat bukan kepentingan pribadi atau golongan, dalam surat al-nahl Allah berfirman :
انّ الله يأمـر بـالعـدل والاحـسـان ( النحل 90)
Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berlaku baik (al-Nahl 90).
وأقـسطـوا انّ الله يحبّ المقسـطين (الحجـرات 9)
Artinya : " Berlaku adil lah kamu, sungguh Allah menyukai orang yang adil" ( Alhujurat : 9).
Disamping itu seorang pemimpin harus bisa menjaga keharmonisan antara dirinya dengan rakyat yang dipimpinya, Rasulullah bersabda:
وعن عوف ابن مـالك رضي الله عنه قـال : سمعت رسـول الله صـلى الله عليه وسـلّم يقول : خـيار ائمّتكم اللذي تحبونهم ويحبونكم وتصلون عليه ويصلون عليكم . وشـرار أئمّتكم اللذين تبغونهم ويبغونكم وتلعنونكم قـال : قلنـا يـا رسـول الله , أفـلا ننـابذهم ؟ قـال : لا , مـا أقام فيكم الـصّلاة ( رواه مسـلم)
Artinya: "Auf bin malik RA berkata "saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, sebaik baiknya pemimpin ialah yang kamu cintai dan cinta padamu, dan kamu doakan dan mereka mendoakanmu, dan sejahat jahat pemimpinmu adalah mereka yang kamu benci dan merekapun membencimu, kamu kutuk dan merekapun mengutukmu" sahabat bertanya, Bolehkah kami menentang (melawan mereka) beliau menjawab: tidak selama mereka menegakkan sholat (Hadith diriwayatkan oleh Imam Muslim).
B. Pemimpin pelayan masyarakat
Seorang pemimpin adalah orang yang diberi amanat oleh Allah untuk memimpin rakyat dan kelak akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat, maka ia harus bisa menjaga dan melaksanakan amanat tersebut, jika tidak ia tidak akan merasakan harumnya surga, apalagi merasakan kenikmatan menjadi penghuni surga.
حـديث معقـل بن يسـار عن الحسـن أنّ عبيد الله بن زيـاد عـاد معقل بن يستار في مـرضه الّذي مـات فيه , فقـال له معقل : اني محـدّثك حـديثـا سمعته من رسـول الله صـلي الله عليه وسـلّم . سمعت رسـول الله صـلي الله عليه وسـلّم يقول : مـامن عبد استرعـاه الله رعـيّة فـلم يحـطّهـا بنصيحة الاّ لم يجـد رائحة الجـنّة ( أخرجه البـخـاري في كتب الأحـكـام, بـاب من استرعي رعـيّة فـلم ينصـح )
Artinya: Al-hasan berkata, Ubaidillah bin Ziyad menjenguk Ma'qal ibn Yasar R.A ketika ia sakit yang menyebabkan kematianya, maka Ma'qal berkata kepada Ubaidilah Ibn Ziyad "aku akan menyampaikan kepadamu sebuah hadith yang telah aku dengar dari Rasulullah SAW, aku mendengar nabi bersabda: tiada seorang hamba yang diberi amanat rakyat oleh Allah lalu ia tidak memeliharanya dengan baik maka Allah tidak akan merasakan kepadanya harumnya surga. (dikeluarkan oleh imam Bukhori dalam kitab Hukum bab orang yang diberi amanat kepemimpinan).
Seorang pemimpin bukanlah manusia super yang bebas berbuat dan memaksakan kehendaknya dan kemauanya terhadap masyarakat tetapi seorang pemimpin adalah orang yang bisa mengayomi masyarakat, bias memposisikan dirinya sebagai pelayan masyarakat sebagaimana Firman Allah SWT:
واحـفض جنـاحك لمن اتبعـك من المؤمنين (الشعـراء : 215)
Artinya : Rendahkanlah sikapmu terhadap pengikutmu dan kaum mukminin (Al-Syuara' : 215).
Agar kita memiliki pemimpin yang adil yang bisa menjaga dan mengayomi kita, maka pemimpin haruslah orang yang dapat kita percaya dan mempunyai kapabilitas serta loyalitas terhadap kita. Jika semua itu ada pada diri seseorang diantara kita maka tak salah jika kita memilihnya sebagai pemimpin kita
C. Batas ketaatan kepada pemimpin
Dalam Islam kedudukan seorang pemimpin sangatlah tinggi, sehingga ketaatan kepada mereka pun disejajarkan dengan ketaatan kepada Allah dan RasulNYA sebagaimana firman Allah SWT.
يـا أيـهـا الـذين أمـنوا أطـيعوا الله وأطيعوا الـرّسول وأولى الأمـر منكـم .... ( النسـاء : 59)
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasulullah dan yang memegang pemerintahan dari kamu (Al-Nisa :59).
Hal ini menunjukkan bahwa umat Islam diwajibkan mentaati para pemimpin mereka baik terhadap aturan-aturan yang disetujuinya ataupun tidak, sejauh pemimpin tersebut tidak memerintahkan untuk berbuat kemaksiatan (dosa). Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda:
لا طـاعة لمخـلوق في معـصية الـخالق
Artinya: Tidak ada ketaatan terhadap seorang mahluk jika dia mengajak terhadap maksiat terhadap sang pencipta.
Oleh sebab itu jika seorang pemimpin memerintahkan kita untuk berbuat sesuatu yang melanggar syariat Islam maka kita tidak wajib mentaatinya bahkan kita harus menegurnya dengan cara yang bijaksana.
Wallahu a'lam bi al-sawab

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ok