Kalam Hikmah

Senin, 22 Agustus 2011

Tarikat Imam Abdullah Al-Haddad Al-Yamany


IMAM ABDULLAH AL-HADDAD ALHADRAMY AL-YAMANY
( Ahli Tasawwuf dengan Tarekat Alawiyyin)

PENDAHULUAN
Latar Belakang
            Dewasa ini banyak sekali orang yang membutuhkan terhadap sosok sebagaimana Syekh Abd Qa>dir al-Jaila>ni, Imam Ghaza<li, as-Syafi’i, Imam al-Hadda>d dll. yang bisa kita jadikan sebagai Guru Spiritual, namun sosok yang kita butuhkan sulit sekali untuk kita dapatkan, belum jelas penyebabnya apa memang dewasa ini sudah langka sekali Orang-orang yang mempunyai kriteria sebagaimana yang diharapkan atau mungkin Orang-orang seperti itu sudah tidak lagi ada dimuka bumi ini?untuk yang kedua kami tidak setuju karena kita harus yakin bahwa ditiap zaman pastilah ada orang yang Alim yang bisa dijadikan sebagai Tuntunan tapi memang benar jumlah mereka tidaklah banyak, dan hanya orang yang dekat dengan ulama’ yang mengetahui biografi mereka, kami yakin sedikit banyak kita telah mengenal al-Jaila>ni, al-Ghaza>li, As-Sayafi’i, akan tetapi  al-hadda>d[1] mungkin masih asing bagi kita, karena itu penulis segaja mendatangkan Biografi beliau dan pendapat-pendapat beliau tentang pemikiran, ketasawwufan dan metode da’wah beliau  terutama tarekat beliau tarekat alawiyyin,
Beliau adalah ima>m ‘A<lim al-‘Alla>mah yang selalu mengajak kejalan Allah SWT, baik dengan ucapan maupun perbuatanya, beliau adalah Wali Min Auliya>illah Qutub al-Irsya>d, Ahli Fiqih yang bermadhab Syafi’i dalam masalah Ideology beliau mengikuti abu Musa al-Asy’ari beliau juga Ahli bahasa terbukti dengan banyaknya karangan beliau yang berhubungan dengan Syair-syair, beliau juga seorang sufi aliran tasawwuf beliau adalah Abu Hami>d al-Ghaza>li dan Tare>kat beliau adalah Tare>kat Ala>wiyyi>n[2].
Beliau mempunyai karangan yang sangat banyak, baik yang berisikan Nasehat-nasehat atau Hikmah dsb. Meski karangan beliau banyak namun tak satupun yang tidak diminati oleh pengikutnya, baik yang berada didaerahnya maupun di seluruh penjuru dunia, terlebih lagi beliau mempunyai amalan yang selalu dibaca oleh masyarakat awam maupun pondokan yaitu Rati>b al-Hadda>d bahkan sekarang ini banyak kita temukan buku-buku beliau yang diterjemahkan kedalam bahasa asing seperti dalam bahasa Inggris Perancis Belanda Bahkan melayu/Indonesia itu semua merupakan bukti bahwa Ilmu yang beliau ajarkan dan beliau berikan kepada masyarakat adalah ilmu yang bermanfaat dan Benar-benar ikhlas hanya mengharapkan Ridha dari Allah SWT.
Tujuan penelitian ini berfokus pada dua hal ; pertama, untuk mengetahui Otobiografi beliau dan dari otobiografi ini kita akan sedikit banyak mengetahui latar belakang beliau mulai kecil hingga dewasa, sehingga bisa kita jadikan suri tauladan, kedua Untuk mengetahui aliran Ima>m Abdullah al-Hadda>d dalam berda’wah, Pemikiranya, ketasawwufanya Serta pandangan beliau tentang hubungan antara seorang Muri>d dengan Murshi>dnya dan wirid-wirid yang digunakan sebagai makanan ruh dan jiwanya, yang mana semua itu adalah bentuk dari manifestasi tarekat Alawiyyi>n.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan ( library research ), yaitu dilakukan dengan menelaah Karya-karya Ima>m Abdullah al-Hadda>d di bidang pemikiran seperti; Sabi>l al-‘Idhka>r Bi Ma> Yamurr al-‘Insa>n Wa Yanqadi Lahu Min al-A’ma>r , dalam ketasawwufan seperti; An-Nafa>is al-Uluwiyya>t Fi al-Masa>il as-Su>fiyya>t, Risa>lat Ada>b Sulu>k al-Muri>d, bidang da’wah seperti; Al-Nas}a>ih al-Diniyah Wa al-Was}a>ya> al-I>ma>niyyah, Al-Da’wah al-Ta>mmah Wa al-Tadhkirah al-‘A>mmah. karya buku tersebut yang penulis jadikan sebagai sumber data primer, Karya-karya lain yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti juga dijadikan sumber telaah sebagai data sekunder.
Otobiografi Ima>m al-Hadda>d
Nama asli beliau adalah Abdullah Bin ‘Alwy Bin Muhammad al-Hadda>d.Beliau dilahirkan didesa sabir salah satu sudut kota tarim propinsi Hadramaut Yaman Selatan Pada malam Kamis Tanggal 5 Safar tahun 1044 H. Beliau mengenyam pendidikan dikota tarim, sejak kecil beliau di takdirkan Buta oleh Allah SWT akan tetapi walupun beliau buta tetapi Allah memberikan karunia yang lebih. yaitu kemudahan dalam menuntut ilmu agama, beliau berhasil menghafal al-Qur’an pada umur yang relatif muda yaitu 7 ( Tujuh ) tahun, Beliau juga diberi oleh Allah SWT. Guru-guru yang dapat membimbing beliau kejalan yang benar-benar diridhai olehNYA,
Guru-guru al-Hadda>d
Guru beliau sangat banyak sekali diantara Guru-guru beliau yang berdomisili di yaman adalah :
1 – Sayyid al-Habi>b[3] Umar bin Abdurrahman al-Atta>s
2 – Sayyid al-habib Aqi>l bin Abdurrahman as-Sagga>f
3 – Al-Habi>b Abbdurrahman bin Syech Aidi>d
4 – Al-Habi>b Sahal Bin Ahmad Bahsi>n al-Khudaily.[4]
Guru beliau dari Makkah
1 – Sayyid Muhammad Bin Alawy as-Sagga>f
Setelah dirasa cukup dalam mengambil ilmu, beliau memulai da’wah Islam dan menyebar luaskanya keseluruh pelosok negeri sehingga banyak sekali yang mengikuti beliau, karena kegigihan dan keikhlasanya dalam menyebar luaskan ilmu maka banyak sekali yang mengikuti ajakan beliau baik dari kaum Lemah sampai penguasa pada waktu itu, disamping itu banyak sekali yang ingin menjadi murid beliau,
Murid-murid beliau yang terkenal
1 – Al-Habi>b Hasan Bin Abdullah al-Hadda>d
2 – Al-Habi>b Abdul Rahman Bin Abdullah Balfaqi>h
3 – Al-Habi>b Muhammad Bin Zain Bin Smith
4 – Al- Habi>b Umar Bin Abd al-Rahman al-Ba>r
5 – Al-Habi>b Muhammad Bin Umar Bin Tha>ha al-Sha>fi as-Sagga>f
Dan masih banyak lagi Murid-murid beliau yang mengikuti jejak beliau sebagai Da’i dan muballigh yang selalu mengajak manusia kejalan yang benar sebagaimana yang dilakukan oleh Kakek beliau Muhammad Saw.
Karya-karya Ima>m al-Hadda>d
1-Al-Nas}a>ih al-Diniyah Wa al-Was}a>ya> al-I>ma>niyyah
2- Al-Da’wah al-Ta>mmah Wa al-Tadhkirah al-‘A>mmah
3- Risa>lat al-Mu’a>wanah Wa al-Muz}a>harah Wa al_Mu’a>zarah Li al-Ra>ghibi>na Min al-Mu’nini>na Fi> Sulu>k T{ariqi al-‘Akhirah
4- Al-Fusu>l al-‘Ilmiyyah Wa al-‘Us}u>l al-hikamiyyah
5- Sabi>l al-‘Idhka>r Bi Ma Yamurr al-‘Insa>n Wa Yanqadi Lahu Min al-A’ma>r
6- Risa>lat al-Mudha>karah Ma’a> al- Ikhwa>n al-Muhibbi>n Min Ahli al-Khairi Wa al-Di>n
7- Risa>lat Ada>b Sulu>k al-Muri>d
8- Kita>b al-Hikam
9- An-Nafa>is al-Uluwiyya>t Fi al-Masa>il as-Su>fiyya>t
10-Ittiha>f al-Sa>’il Bi Jawa>b al-Masa>il
11-Al-Adhka>r al-Yaumiyya>t ( Ra>tib al-Hadda>d ).
Dan masih banyak Lagi kitab-kitab beliau yang banyak dikaji oleh para pelajar dan kaum terdidik bahkan sampai diterjemahkan kedalam beberapa Bahasa, selain bahasa Arab semuanya menunjukkan Keihlasan beliau dalam mengembangkan Ajaran Agama Allah SWT.

Ziarah Imam al-Hadda>d Ke Kota Makkah
Pada Tahun 1079 H.beliau pergi ke Tanah Suci Untuk melaksanakan Ibadah haji sekalian berziarah ke makam Kakek beliu Nabi besar Muhammad SAW. beliau juga sempat berkumpul dengan para Ulama’ Haramain ketika itu, semua Ulama’ menyanjung beliau, sekembali dari tanah suci beliau tetap berda’wah hingga ajal menjemput beliau.[5]

Wafatnya Ima>m  Abdullah al-hadda>d
Ima>m al-Hadda>d meninggal Pada Malam selasa Tanggal 7 Dhul qa’dah Tahun 1132 H. dan beliau dikuburkan di Desa Tarim diperkuburan Zamba>l.[6]
Demikianlah sejarah singkat tentang kehidupan beliau, dalam makalah ini penulis akan mengemukakan sedikit tentang tata cara da’wah yang benar versi al-Haddad, pandangan al-Haddad tentang Pemikiran, dan pandangan al-Haddad tentang  Tasawwuf ;
Ima>m al-hadda>d dan Da’wah
Ima>m al-Hadda>d adalah juru da’wah yang handal, disamping ditopang dengan ilmu yang beliau miliki ada unsur lain yang membuat da’wah beliau disukai oleh segala Lapisan Masyarakat.diantaranya yaitu; beliau menerapkan metode  Li Kulli Maka>nin Maqa>lin ( Da’wah harus disesuaikan dengan tempat dan siapa yang di Da’wahi ).
Dalam Kitabnya al-Dakwah al-Ta>mmah Wa al-Tadhkira>t al-‘A<mmah Beliau menjelaskan pada kita Tata Cara berdakwah yang baik dan benar yang dapat dipahami dan diterima oleh Masyarakat Baik itu dari kalangan Ulama’, Para Ubbad ( Ahli Ibadah ), Para ‘Ami>r dan Raja–Raja, beliau juga menjelaskan bagi kita bagaimana Dakwah kepada kaum yang Fakir, Miskin, Laki-laki, Perempuan, Orang dewasa bahkan Anak-anak.yang mana kesemua itu kalau kita teliti terdapat Metode yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.
Al-Hadda>d dan Ilmu Kalam
Ima>m Abdullah al-hadda>d disamping berprofesi sebagai juru Dakwah beliau juga Ahli dalam Ilmu kalam, dalam Karyanya yang berjudul : al-Ittiha>f al-Sa>il Bi Jawa>b al-Masa>il beliau menjelaskan tentang Makna kalimat secara Panjang lebar beliau juga menjelaskan Bahwa Kalimat La> Ila>ha Illa Allah Merupakan Cikal dari Ilmu Tauhid, menurut beliau Ilmu tauhid dibagi menjadi 2 Bagian :
Yang pertama : Ilmu Tauhid Z{a>hir Yaitu Ilmu tauhid yang diketahui melalui penggalian Dalil-dalil,dan wajib bagi kita untuk memahami dan mengetahuinya.
Yang kedua         : Ilmu Tauhid Ba>t}in Yaitu Ilmu tauhid yang tidak dapat digali kecuali melalui jalan mukasyafah, dan Kasyf hanya dapat ditemukan pada Orang-orang yang benar Taqwa terhadap Allah SWT.[7]
Menurut beliau barang siapa yang mengakui Allah sebagai tuhan akan tetapi tidak mengakui Rasul maka orang tersebut bukan ahli tauhid, akan tetapi menurut beliau barang siapa yang percaya keesaan Allah dan kerasulan Muhammad tetapi dalam melafadkan Syahadat tidak diikuti dengan Syahadat terhadap Rasul maka tidak dipermasalahkan dan bagi orang tersebut tetap akan mendapatkan barkah kebaikan yang di timbulkan dari lafad Syahadatain ini.[8]


Ima>m al-Hadda>d dan Tasawwuf

Ima>m Abdullah al-Hadda>d terkenal dengan kesufianya, dalam bidang Tasawwuf beliau cenderung dengan tarekat Alawiyyin, tarekat yang beliau adopsi dari kakek buyut beliau ( Alwy al-Ghuyu>r ), yang masih keturunan Rasulullah dari garis Sayyidina Husain Bin Ali RA. Tarekat  Alawiyyin dalam keseharianya lebih mementingkan unsur dakwah serta banyak membaca Wirid dan Ra>tib, karya beliau dalam ilmu Tasawwuf diantaranya :
1- Ada>b Sulu>k al-Muri>d  dan
2- An-Nafa>is al-Uluwiyya>t Fi al-Masa>il as-Su>fiyya>t
Di dalam kitab an-Nafa>is beliau menjelaskan segala pertanyaan Ulama’ yang sezaman denganya tentang segala hal yang berhubungan dengan ketasawwufan.
Sedang didalam kitab Ada>b Sulu>k al-Muri>d beliau menjelaskan tentang Hal-hal yang harus dilakukan oleh seorang Muri>d,[9]agar supaya apa yang ia cari bisa menepati kepada sesuatu yang Haq ( yang diridhai oleh Allah SWT. )dan sejalan dengan tarekat Alawiyyin, beliau berkata “ Agar seorang Muri>d dapat mendapatkan Ilmu yang manfaat yang yang diridhai oleh Allah SWT. dan diridhai oleh Guru ( Murshi>d ) maka muri>d tersebut Haruslah :
1-      Bertaubat kepada Allah Swt. Atas segala Dosa yang ia perbuat baik dosa yang berhubungan dengan Allah Swt. Semata maupun dosa atau kemaksiatan yang berhubungan dengan Hamba sebelum ia memulai pencarian ilmunya,dan apabila berhubungan dengan Hamba hendaklah diselesaikan dengan cepat,dan apabila tidak mampu menyelesaikannya minimal seorang Muri>d harus minta Ridha orang yang dizalimi tersebut.karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap masuknya kebenaran Pada jiwa seorang Muri>d ( akan mempersulit ).
2-      Seorang muri>d harus menjaga kebersihan hatinya. seorang muri>d harus pandai menjaga Panca Indera agar tidak dipakai untuk berbuat kemaksiatan



Karena kemaksiatan adalah penghalang masuknya Nur Ilahi kedalam hati dan jiwa seorang muri>d
3-         Seorang Muri>d haruslah selalu dalam keadaan Suci, untuk mengatasi agar Muri>d selalu dalam keadaan suci beliau menyarankan agar Muri>d tersebut tidak terlalu banyak makan karena banyak makan dan minum akan membuat seseorang banyak berhadath. Seorang harusnya tidak makan kecuali lapar, tidak tidur kecuali mengantuk, tidak berbicara jika tidak perlu, tidak berkumpul dengan orang lain kecuali jika kumpulnya itu membawa faedah, dan barang siapa banyak makan maka hatinya akan membatu sulit menerima nasehat, dan berat untuk melaksanakan ibadah.[10]
4-     Seorang Muri>d Haruslah menjaga Shalat lima waktu dengan melengkapi bacaan dan semua Rukun-rukunya. disamping itu seorang murid Haruslah menjaga agar senantiasa melaksanakan shalat jum’at dan selalu salat  berjamaah. karena orang yang suka meninggalkan Jum’at dan Jamaah Hanyalah Ahl al-Ba>t}il. beliau juga menambahkan barang siapa yang selalu menghidupkan waktu setelah subuh maka Allah akan memudahkan Rizqinya,dan barang siapa yang selalu menghidupkan Waktu setelah Salat Asar maka Allah akan memudahkan Ilmu masuk kedalam jiwanya.     
5-         Seorang Murid harus selalu membaca Z{ikir baik secara lisan maupun hatinya dan zikir yang dapat menggabungkan keduanya menurut beliau adalah Lafaz{ لا اٍله الا الله di tambahkan oleh beliau barang siapa yang baca zikir tersebut dengan seksama,ihlas hanya mengharap Ridha Allah, maka Allah Swt. Akan menyingkap Rahasia yang ada dilangit dan dibumi.
6-         Seorang Murid haruslah Banyak bertafakkur tentang :
a-      Keajaiban Ciptaan Allah dilangit dan bumi yang akan menghasilkan Ma’rifat Billah.
b-      Tafakkur tentang kenikmatan yang diberikan Allah, akan menambah kecintaan murid dengan tuhanya.
c-      Berfikir tentang dunia dan akherat
7-         Seharusnya seorang murid haruslah mempunyai sifat Khouf  karena hanya dengan sifat itu seorang murid dapat terbebas dari perbuatan yang dilarang Allah Swt.
8-         Seorang Murid haruslah banyak bersabar, karena Jalan yang ditempuh sangatlah berat.tapi beliau meyakinkan bahwa di akhir nantinya seorang Murid akan mendapatkan kenikmatan dari buah kesabaranya.
9-         Menurut Imam al-haddad seorang muri>d akan Banyak dicoba dengan kefakiran, apabila hal itu terjadi maka Muri>d harus tetap mensyukuri Nikmat Allah SWT. atas apa yang telah diberikan karena menurut beliau Dunia            ( Harta dan benda ) adalah musuh kita dan Allah akan memberikan Dunia pada Musuh-musuhnya dan akan menjauhkan Dunia dari Auliya’ nya.
10-       Apabila seorang muri>d dijauhi dan dimusuhi serta dianiaya orang lain maka yang harus ia lakukan adalah tetap sabar. dan jangan sampai membalasnya.
11-       Seorang Muri>d haruslah benar-benar membersihkan hati jangan sampai punya rasa takut pada selain z}at yang haq ( Mahlu>q ) dan jangan pernah meminta sesuatu kepada selain Allah.karena kemulyaan seorang Mukmin hanya berasal dari tuhanya.[11]
12-       Imam al-Hadda>d juga menjelaskan bahwa :
Hal-hal yang membahayakan seorang Muri>d adalah mencari dan rindu terhadap sesuatu yang diluar kemampuan manusia ( Karamah )  karena hal tersebut tidak akan mereka daptkan dikarenakan Karamah diberikan oleh Allah kepada Orang-orang yang tidak menginginkanya. Seorang Muri>d hendaknya selalu Husnu az-dha>n kepada allah .bahwa hanya Allah lah dzat yang mencukupi , menjaga , serta menolong kita.
13-       Pada akhirnya Ima>m al-hadda>d menyatakan bahwa seorang Muri>d haruslah mencari guru ( Murshid ) yang benar-benar dapat dijadikan sebagai pemberi nasehat,mengetahui Hukum Syareat, mengikuti jalan yang telah di pilih( Tarekat ), sempurna akalnya, lapang dada, bagus Siasahnya serta mengetahui seluk beluk serta Sifat para Manusia. Dan sekali lagi Imam Abdullah mengingatkan, seorang Murid sekali kali jangan pernah minta agar seorang Guru ( Murshid ) mengeluarkan karamah,karena hal itu gha>ib dan sesuatu yang Gha>ib hanya diketahui oleh Allah SWT.
Dan akhirnya menurut Ima>m al-hadda>d ababila seorang Murid telah melakukan semua yang ada serta tunduk dan patuh pada seorang guru ( Mursyid ) tidak banyak bertanya kecuali diperbolehkan dan dipersilahkan oleh gurunya, maka niscaya Allah SWT. Akan mewariskan kepada muri>d Ilmu yang sama dengan gurunya, sepeninggal Gurunya (mursyi>d).[12]dan inilah yang seharusnya harus dilakukan oleh pengikut A<lawiyyin
Ima>m al-Hadda>d dan pemikiran
Disamping beliau mendapat julukan Su>fi,karena ketasawwufanya, beliau tidak meninggalkan pemikiran sebab kalau kita lihat dalam karya beliau yang berjudul Sabi>l al-Az}ka>r Bi ma> Yamurru Bi al-Insa>n Wa Yanqadhi Min al-A’ma>r beliau juga menjelaskan panjang lebar tentang Umur manusia dari mulai diciptakan sampai meninggal hingga sampai dibangkitkanya kembali, menurut beliau umur manusia dibagi menjadi Lima Bagian;
1-         Umur Awwal dimulai ketika Adam diciptakan oleh Allah Swt.dan dititipkanya segala Benih anak adam di punggungnya sampai dilahirkanya oleh ibunya ke dunia
2-         Umur kedua ketika Manusia dilahirkan dari kedunia dari rahim Ibunya.sampai meninggalnya
3-         Umur ketika ketika manusia meninggal sampai dibangkitkan lagi oleh Allah melalui tiupan Sangkakala malaikat Isra>fi>l
4-         Umur ke empat ketika dibangkitkan dari kubur atau ketika malaikat meniupkan Sangkakala sampai ketika dikumpulkan dipadang Makhsyar,guna perhitungan amal
5- Umur kelima ketika Masuknya Manusia ke Surga selamanya,
atau keneraka selamanya.[13]

Ra>tib al-Ima>m al-Hadda>d

Z{ikir, wirid adalah kata yang saling berhubungan erat, disamping itu kita juga sering mendengar Istilah Ra>tib, Rati>b adalah Kumpulan dari beberapa Kalimat Dzikir yang disusun menjadi satu bagian yang utuh, Rati>b ini biasanya dibaca secara kontinyu baik secara individual maupun kolektif.
Ulama’ ahli hikmah mengatakan
مـن لـيس لـه ورد فـهو قـرد
Artinya : Barang siapa yang tidak mempunyai wirid maka dia tidak ubahnya seperti monyet
Menurut al-haddad Wirid paling bagus adalah dengan banyak membaca al-Qur’an, namun menurut beliau sudah menjadi kebiasaan manusia cepat jenuh dengan satu bentuk tertentu,[14] maka al-Hadda>d mencoba untuk membuat kumpulan wirid yang bisa dijadikan alternatif bacaan yang kemudian  dinamakan Rati>b al-Hadda>d  Ratib ini biasanya oleh orang Indonesia dijadikan sebagai  bacaan zikir keseharian mereka, bahkan di sebagian besar pondok di Indonesia Ratib ini dibaca setelah Shalat maghrib atau shalat Shubuh, .ini merupakan bukti bahwa pengarang Rati>b ini bukanlah orang sembarangan melainkan wali Min Auliyaaillah, sehingga apapun yang beliau karang dan beliau ajarakan banyak diminati Masyarakat.dan diamalkan sampai sekarang. Disamping Rati>b al-Hadda>d beliau juga mempunyai kumpulan wirid-wirid yang lain seperti ; hizb Nasr, hizb Fath, Wird al-Lat{I<f dan lain sebagainya kesemuanya itu diamalkan oleh kalangan terdidik dinegeri kita tercinta ini hususnya mereka yang mengikuti tarekat Alawiyyin  terlebih lagi dinegara asli beliau Yaman.





PENUTUP
Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa :
1-      Imam al-Haddad adalah contoh bagi Juru-juru da’wah, karena methode yang beliau gunakan adalah methode pendekatan secara konseptual dan actual dan dengan merujuk tulisan beliau kita bisa jadikan sebagai materi da’wah sehari-hari kita.
2-    Dalam pemikiran al-Haddad umur manusia dibagi menjadi lima bagian, ini beda sekali dengan pemikiran sebagian ulama’ yang lain yang mengatakan bahwa umur manusia hanya dibagi menjadi 3 tiga.
3-    Menurut al-Haddad kalau kita ingin menjadi Muri>d yang berhasil dengan kata lain dicintai Allah dan Rasulnya maka yang harus kita laksanakan adalah  taubat, menjaga kesucian hati dan panca indera, menjaga kesucian, menjaga salat jum’at dan selalu berjamaah, mengikuti apa semua kata guru, tidak banyak bertanya.
4-    Jika seseorang melakukan tarekat hanya karena ingin mencari Karamat maka dia tidak akan mendapatkanya karena sesuatu yang berhubungan dengan karamah itu tidak akan dapat dicari justru kalau dicari akan malah menjauh, sebab karamah hanya diberikan oleh Allah terhadap orang yang hatinya benar-benar bersih . dan tarekatnya adalah T>arekat Alawiyyi>n yang selalu mengedepankan kesucian hati dalam berda’wah serta banyak membaca Wirid sebagai pendekatan diri tergadap sang Kha>liq.
5-      Jika kita cermati pemikiran Ima>m al-Hadda>d banyak dipengaruhi oleh Imam Hujjat al-Isla>m al-Ghaza>li, karena beliau adalah pemikir yang sufi berhaluan Ahlussunnah wal jama’ah. Dan didalam kitabnya Risa>lat al-Muz}a>kirat beliau banyak menyalin ucapan dan pendapat ima>m al-Ghaza>li

 








DAFTAR PUSTAKA

Al-Sagga>f,T{a>ha Husain,Muqaddimah Al-Nas}a>ih al-Diniyah Wa al-Was}a>ya> al-I>ma>niyyah,( Jeddah: Da>r al-Ha>wi,1993.)
Al-Hadda>d,Abdullah,Al-Da’wah al-Ta>mmah Wa al-Tadhkirah al-‘A>mmah,      
      (   Jeddah: Da>r al-Ha>wi,1993.)
Al-Hadda>d,Abdullah,Al-Fusu>l al-‘Ilmiyyah Wa al-‘Us}u>l al-hikamiyyah, ( Jeddah: Da>r al-Ha>wi,1993.)
Al-Hadda>d,Abdullah Sabi>l al-‘Idhka>r Bi Ma Yamurr al-‘Insa>n Wa Yanqadi Lahu Min al-A’ma>r, ( Jeddah: Da>r al-Ha>wi,1993.)
Al-Hadda>d,Abdullah Risa>lat Ada>b Sulu>k al-Muri>d, ( Jeddah: Da>r al-Ha>wi,1993.)
Al-Hadda>d,Abdullah Kita>b al-Hikam, ( Jeddah: Da>r al-Ha>wi,1993.)
Al-Hadda>d,Abdullah An-Nafa>is al-Uluwiyya>t Fi al-Masa>il as-Su>fiyya>t,                ( Jeddah: Da>r al-Ha>wi,1993.)
Al-Hadda>d,Abdullah Ittiha>f al-Sa>’il Bi Jawa>b al-Masa>il, ( Jeddah: Da>r al-Ha>wi,1993.)


[1] Nama salah satu Qabilah di Yaman,bahkan sekarang banyak sekali yang hijrah keindonesia
[2] Nisbah kepada Alwy bin Ali al-Ghuyu>r keturunan Nabi Muhammad dari Sayyidah Fa>t}imah dan ‘Ali Bin ‘Abi T}alib RA. Tarekat ini lebih banyak menekankan pada kebersihan hati dan jiwa, serta da’wah dan banyak membaca wirid serta hizb
[3] Merupakan panggilan untuk keturunan Husain Bin Ali RA.keturunan Rasul Saw.

[4] al-Sagga>f, T{a>ha Husain. Muqaddimah Al-Nas}a>ih al-Diniyah Wa al-Was}a>ya> al-I>ma>niyyah,( Jeddah: Da>r al-Ha>wi,1993.)e
[5] al-Sagga>f,Ta>ha Husain. Muqaddimah al-Nasa>ih al-Di>niyyah Wa al-Wasa>ya al-Ima>niyyah,( Jeddah: Dar al-Hawi,1993.)
[6] Perkuburan husus Bani ‘Alawy,disamping itu ditarim juga ada (Furait) perkuburan Husus para Ulama’ selain keturunan nabi, ada Juga (Aqda>r) Perkuburan Umum untuk Para Qabilah
[7] Al-Hadda>d,Abdullah Ittiha>f al-Sa>’il Bi Jawa>b al-Masa>il, ( Jeddah: Da>r al-Ha>wi,1993.) 19.
[8] Ibid, hal, 30.
[9] Julukan yang diberikan untuk pengikut suatu Tarekat, sedangkat guru pembimbing Tarekat disebut dengan Mursyi>d
[10] Al-Hadda>d,Abdullah Risa>lat Ada>b Sulu>k al-Muri>d, ( Jeddah: Da>r al-Ha>wi,1993.),20-21.
[11] Al-Hadda>d,Abdullah Risa>lat Ada>b Sulu>k al-Muri>d, ( Jeddah: Da>r al-Ha>wi,1993.),44
[12] Al-Hadda>d,Abdullah Risa>lat Ada>b Sulu>k al-Muri>d, ( Jeddah: Da>r al-Ha>wi,1993.),85
[13] Al-Hadda>d,Abdullah Sabi>l al-‘Idhka>r Bi Ma Yamurr al-‘Insa>n Wa Yanqadi Lahu Min al-A’ma>r, ( Jeddah: Da>r al-Ha>wi,1993.),9.
[14] Al-Hadda>d,Abdullah An-Nafa>is al-Uluwiyya>t Fi al-Masa>il as-Su>fiyya>t, ( Jeddah: Da>r al-Ha>wi,1993.),26.

1 komentar:

  1. Assalamu'alaikum

    ijin copas yaa bang. Rozaq sidoarjo

    BalasHapus

ok