Kalam Hikmah

Jumat, 05 Oktober 2012

Ghiroh Terhadap Agama dan junjungan


INNOCENCE OF MUSLIM
عن عمير بن هانئ ، عن علي سمع النبي صلى الله عليه وسلم يقول سيكون بعدي فتن لا يستطيع المؤمن فيها أن يغير بيد ولا بلسان ، قلت : يا رسول الله ، وكيف ذاك ؟ قال : ينكرونه بقلوبهم ، قلت : يا رسول الله ، وهل ينقص ذلك إيمانهم شيئا ؟ قال : لا ، إلا كما ينقص القطر من الصفا ,
 رواية الأوزاعيّ
Hadits dari Umair Bin Hani’ dari Ali beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda “ akan datang setelahku fitnah yang mana mukmin dimasa itu tidak akan mampu untuk mengubahnya dengan tangannya atau dengan lesannya, Ali berkata wahai rasulullah: terus bagaimana cara mengingkarinya? Rasul menjawab ; mereka mengingkari dengan hati mereka Ali berkata lagi : dan apakah iman seorang muslim berkurang karenanya? Beliau menjawab : tidak... kecuali seperti hilangnya tetesan air dari batu yang halus.. hadits riwayat Imam Auza’iy
Akhir-akhir ini kita digemparkan oleh Film Innocence of Muslims, film yang membuat Umat Islam sedunia kebakaran jenggot, Libya, Yaman dan negara-negara Arab lainnya selama berhari hari melakukan Demonstrasi bahkan sampai terjadi demo anarkis , termasuk serangan terhadap Konsulat Amerika Serikat di BenGhazi  Libya, yang menewaskan 14 orang, termasuk Duta Besar Amerika Serikat, Christhoper Stephen, dan tiga warga AS lainnya. Film ini juga telah memicu berbagai aksi protes sehingga banyak kedutaan Amerika yang ditutup sementara, termasuk di Negara kita ini. Mungkin diantara kita banyak yang tidak tau apa isi film tersebut. Atau bahkan tidak ingin tau, (jika iya maka ini yang menjadi masalah munculnya tulisan ini) Innocence of Muslims, sebelumnya berjudul Innocence of  Bin Laden [sic] (judul produksi: Desert Warrior, judul di internet: The Real Life of Muhammad and Muhammad Movie Trailer) adalah sebuah film buatan warga negara Amerika beranggaran rendah tahun 2012 yang bertemakan anti-Islam. Film ini diproduseri oleh seorang penganut Koptik bernama Nakoula Basseley Nakoula. Sebulan setelah pemutaran perdananya (sekaligus satu-satunya) di Vine Theatre, Hollywood, dua trailer film diunggah ke YouTube pada bulan Juli 2012. Trailer film ini di alih-suarakan ke dalam bahasa Arab, dan kemudian disebarkan oleh seorang blogger Koptik keturunan Mesir-Amerika bernama Morris Sadek. Pada tanggal 8 September 2012, cuplikan sepanjang dua menit dari film ini ditayangkan di Al-Nas TV, sebuah stasiun televisi Islami di Mesir,dan atas penayangan film ini, pecahlah protes keras pada tanggal 11 September 2012 yang bertepatan dengan peringatan 11 tahun serangan 11 September 2001. Tidak salah jika terjadi Protes keras, Demo bahkan pembakaran terhadap kedutaan di Libya, semua itu merupakan Ghiroh (Rasa Cemburu) seorang muslim terhadap Agamanya apalagi Nabi Muhammad telah dilecehkan kehormatannya, karena jika Ghiroh sudah tidak ada pada diri seorang  muslim maka kecintaan akan hilang, jika rasa cinta sudah hilang maka berarti agama dalam seorang Muslim telah hilang,” sebagaimana perkataan Ibnu Qoyyim
 ( إذا رحلت الغيرة من القلب ترحلت المحبة بل ترحل الدين كله ).
Akan tetapi apakah Ghiroh yang dimaksud itu Ghiroh yang membabi buta? Jawabanya tentulah tidak, Ingat umat Muslim Indonesia harus mampu menyikapi setiap Isu dan permasalahan secara cerdas, jangan hanya ikut-ikutan dengan aksi dan reaksi masyarakat negara lain dalam memprotes film tersebut. Jika ada yang mengatakan kenapa indonesia tidak bisa seperti Libya dan Yaman dalam Memprotes film tersebut? Padahal indonesia punya potensi besar untuk itu, sebab Indonesia jumlah penduduk muslimnya paling banyak, atau mungkin ada yang mengatakan Muslim Indonesia itu Pengecut tidak berani sama Amerika padahal nabi Muhammad SAW. telah di Jelek-jelekkan dalam Film tersebut. Sekali lagi biarkan mereka bilang apa,, jangan mudah terprofokasi mari berfikir jernih, Ingat !!! Buku yang menjelekkan Islam banyak, film-film yang menjelekan Islam juga banyak. Namun, apakah Islam akan jatuh dengan film picisan semacam itu? Apakah Nabi Muhammad SAW kemudian jatuh martabatnya? Tidak, kan ?????. Kalau ada kekerasan fisik, lawan secara fisik, demikian juga dengan kekerasan simbolik yang harus dilawan secara simbolik, seperti buku atau film yang merupakan simbolik. lawan dengan buat film untuk klarifikasi. Kalau bisa, kalau tidak ya biarkan saja. `Ngapain` film picisan semacam itu ditonton? Gitu aja kok repot (seperti kata yang biasa dipakai Gus Dur).
Paling tidak sebagai seorang Pelajar Muslim kita harus bisa membawa diri jangan mudah terprovokasi oleh hal hal yang nantinya akan menyengsarakan diri kita sendiri yang hidup dalam  negara yang multi kultural, multi etnis dan multi agama, dan negara yang masih butuh negara lain. Namun kita juga tidak boleh kemudian menutup mata jika agama kita, Junjungan kita di jelek-jelekan paling tidak kita harus berusaha untuk mengingkarinya seperti hadits riwayat muslim berikut ini :
عن أبي سعيد الخذريّ قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول من رأى منكم منكرا فليغيره بيده ، فإن لم يستطع فبلسانه ، فإن لم يستطع فبقلبه ، وذلك أضعف الإيمان رواه مسلم
Kita patut acungi jempol atas apresiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah  melarang film Innocence of Muslims masuk lagi ke Indonesia. Demikian juga dengan Kemenkominfo yang telah memblokir tayangan via youtube tersebut. Semua itu merupakan bentuk Nahi munkar bil yad, kita juga jangan tinggal diam jika kita tidak ingin disifati “orang yang Imannya lemah” seperti dalam hadits mari kita ikut serta Nahi Mungkar dengan mengingatkan Masyarakat yang sudah terlanjur sempat mengkopi dan menggandakan film tersebut sebelum tayangan itu di blok untuk segera memusnahkannya, karena tidak ada kemanfaatannya, bahkan hanya akan menimbulkan dampak buruk serta mudharat bagi Masyarakat.

Diambil dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ok