Advertisement

Mengatasi Fitnah Akhir Zaman

MENDAPAT PELAJARAN DARI SEMUA KEADAAN YANG DIHADIRKAN ALLAH

Sobat saef, Sesungguhnya menyibukkan diri dengan ketaatan dan bersegera menuju peribadatan kepada Allah Azza wa Jalla saat fitnah akhir zaman merupakan faktor besar yang mendukung seorang Mukmin bisa teguh di jalan Allah Azza wa Jall Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam juga berpesan kepada umatnya segera melakukan amal shaleh saat terjadi fitnah. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

“Bersegeralah beramal sebelum munculnya fitnah yang datang bagaikan potongan-potongan malam yang gelap, seseorang di pagi harinya beriman dan di sorenya telah menjadi kafir, atau sorenya masih beriman dan pagi harinya telah menjadi kafir, menjual agamanya dengan gemerlap dunia.” (HR. Muslim)

Begitu seringnya kita setiap bangun pagi dari lelap tidur dalam kenyamanan, sehingga menganggap segala nikmat-Nya seolah merupakan hal biasa dan baru terasa sangat berharga di saat Allah Azza wa Jalla telah mengambilnya dari kita.

Allah Azza wa Jalla mempergilirkan musibah dan nikmat, kesempitan dan kelapangan, kesedihan dan kegembiraan, kegagalan dan kesuksesan, kemiskinan dan kekayaan, kekalahan dan kemenangan dalam bioritme kehidupan kita.

Semua ini diberlakukan untuk mendinamisasi kehidupan, agar kita bisa belajar dari pengalaman hidup dan merasakan beragamnya keadaan. Sehingga kita menjadi pribadi yang matang, tangguh dan tegar di atas nilai-nilai kebenaran, bagaimanapun keadaannya.

Dengan demikian, semua keadaan yang kita alami  menjadi kebaikan bagi kita. Inilah keunggulan yang membedakan kita sebagai seorang Muslim dari orang lain. Bahkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam menyatakan kekaguman dan apresiasinya kepada sikap seperti ini dalam sabdanya,


" عَجِبْتُ لِلْمُؤْمِنِ ؛ إِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ ؛ حَمِدَ اللَّهَ وَشَكَرَ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ مُصِيبَةٌ ؛ حَمِدَ اللَّهَ وَصَبَرَ، فَالْمُؤْمِنُ يُؤْجَرُ فِي كُلِّ أَمْرِهِ، حَتَّى يُؤْجَرَ فِي اللُّقْمَةِ يَرْفَعُهَا إِلَى فِي امْرَأَتِهِ ".


“Saya kagum kepada orang Mukmin: Jika mendapat kebaikan, ia memuji Tuhannya dan bersyukur. Jika mendapat musibah, ia memuji Tuhannya dan bersabar. Orang Mukmin diberi pahala dalam semua urusannya, hingga diberi pahala pada suapan makanan yang diberikannya ke mulut istrinya.”(Musnad Ahmad, 1492)

Pastikanlah bahwa kita mendapat pahala dan pelajaran dari semua keadaan yang dihadirkan Allah Azza wa Jalla dalam kehidupan kita. Jika tidak, berarti kita merugi besar.

Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa pandai bersyukur dan bersabar dalam setiap keadaan untuk meraih ridha-Nya.

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Advertisement

Advertisement