Advertisement

SPI - Tiga Kerajaan Besar Islam

TIGA KERAJAAN ISLAM TERBESAR


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-Nya yang tak terhingga sehingga makalah berjudul “tiga kerajaan besar islam” ini dapat diselesaikan. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bimbingan, dukungan, dan masukan berharga, baik berupa materi maupun intelektual.

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas kelompok dalam mata kuliah Sejarah Peradaban Islam. Selain itu, kami berharap makalah ini dapat menjadi sumber pengetahuan dan wawasan tambahan bagi para pembaca. Dalam penulisan makalah ini, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat banyak kekurangan dan keterbatasan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca untuk meningkatkan kualitas makalah ini. Akhirnya, kami berharap makalah ini dapat bermanfaat dan bermanfaat bagi para pembaca.

Gresik, 25 oktober 2025


penulis


====================


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 2

DAFTAR ISI 3

BAB I PENDAHULUAN 4

​1.1 Latar Belakang 4

1.2 Rumusan Masalah 4

1.3 Tujuan Penulisan 4


BAB II PEMBAHASAN 5

2.1 Turki usmani hingga mustafa kemal​ (1300-1922 M) 5

2.2 Dinasti Safawi Persia hingga khumaini (1501-1732 M) 5

2.3 Dinasti mughal di india hingga terbentuknya bangladesh 6


BAB III PENUTUP 7

3.1 Kesimpulan 7

=====================

BAB I

PENDAHULUAN

​1.1 Latar Belakang

​Periode Islam Pertengahan (abad ke-13 hingga ke-19 M) merupakan fase penting dalam sejarah peradaban Islam setelah runtuhnya Dinasti Abbasiyah. Pada masa inilah muncul tiga kerajaan besar yang menjadi pilar kekuatan politik, militer, dan budaya dunia Islam, yaitu Kesultanan Turki Utsmani, Dinasti Safawi, dan Dinasti Mughal. Ketiga kerajaan ini tidak hanya mempertahankan eksistensi umat Islam di tengah tekanan Barat, tetapi juga melahirkan kemajuan dalam bidang pemerintahan, seni, arsitektur, militer, hingga pemikiran keagamaan.

Mempelajari tiga kerajaan besar Islam ini sangat penting untuk memahami dinamika kejayaan, kemunduran, serta warisan sejarah yang masih memengaruhi dunia Islam modern, termasuk lahirnya Republik Turki, Republik Islam Iran, hingga terbentuknya Bangladesh.

1.2 Rumusan Masalah

​Bagaimana sejarah perkembangan Kerajaan Turki Utsmani dari awal hingga peran Mustafa Kemal?

​Bagaimana sejarah perkembangan Dinasti Safawi dari awal hingga keruntuhannya dan pengaruhnya ke era modern (Khomeini)?

​Bagaimana sejarah perkembangan Dinasti Mughal dari awal hingga konsekuensi jangka panjang berupa terbentuknya Bangladesh?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui sejarah perkembangan kerajaan turki usmani dari awal hingga akhir peran Mustafa Kemal

2. Untuk mengetahui sejarah perkembangan Dinasti safawi dari awal hingga keruntuhannya dan pengaruhnya ke era modern (Khomeini)

3. Untuk mengetahui sejarah perkembangan dinasti Mughal dari awal hingga konsekuensi jangka panjang berupa terbentuknya Bangladesh

====================

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Turki usmani hingga mustafa kemal​ (1300-1922 M)

2.1.2 Sejarah Pendirian dan Masa Kejayaan (1300–abad ke-16 M)

​ Pendiri: Osman I (Utsman bin Ertughrul) dari Suku Qayi, Fokus pada ekspansi ke Eropa Timur. Puncak kejayaan di bawah Sultan Muhammad Al-Fatih (penaklukan Konstantinopel, 1453 M) dan Sultan Sulaiman Al-Qanuni (abad ke-16 M).

​ 2.1.3 Masa Kemunduran dan "Orang Sakit Eropa"

​ Faktor internal: Kelemahan sultan pasca-Sulaiman dan praktik kafes (kurungan pangeran), dan adanya Faktor eksternal: Kekalahan beruntun dari Eropa dan intervensi Barat.

​2.1.4 Berakhirnya Kesultanan dan Peran Mustafa Kemal Atatürk (–1922 M)

Pembubaran Kesultanan (1922) dan Penghapusan Kekhalifahan (1924). Peran Mustafa Kemal Pasha (Atatürk) sebagai tokoh modernisasi, pendiri Republik Turki, dan akhir dari era Utsmani.


2.2 Dinasti Safawi Persia hingga khumaini (1501-1732 M)

​ 2.2.1 Sejarah Berdirinya dan Penetapan Mazhab Syiah (1501 M)

Pendiri: Ismail I, berasal dari gerakan Tarekat Safawiyah di Ardabil. Penetapan Syiah Itsna Asyariyah sebagai mazhab resmi negara, yang membedakannya dengan Utsmani (Sunni).

2.2.2 Masa Puncak Kejayaan di Bawah Syah Abbas I

​ Reformasi militer dan penataan administrasi negara, Memindahkan ibu kota ke Isfahan dan menjadikan Persia pusat kebudayaan, seni, dan arsitektur yang megah.

​ 2.2.3 Kemunduran Dinasti Safawi (–1732 M) dan Pengaruh Khomeini

​ Faktor kemunduran: Konflik internal dan invasi Afghanistan, Keruntuhan dinasti (1736 M) dan transisi kekuasaan di Iran, Koneksi dengan Khomeini (Ayatullah Ruhollah Khomeini): Meskipun Khomeini hidup jauh setelah keruntuhan Safawi, dinasti ini meletakkan dasar agama Syiah yang menjadi fondasi Republik Islam Iran (1979) yang dipimpin oleh Khomeini.


2.3 Dinasti mughal di india hingga terbentuknya bangladesh

​ 2.3.1 Pendirian dan Masa Kejayaan di Bawah Akbar dan Syah Jahan (1526 M–)

Pendiri: Zahiruddin Muhammad Babur (keturunan Timur Lenk dan Jenghis Khan) setelah Pertempuran Panipat I (1526 M), Puncak kejayaan di bawah Akbar Agung (penyatuan wilayah) dan Syah Jahan.

​ 2.3.2 Politik Toleransi dan Perkembangan Seni Arsitektur (Taj Mahal)

​ Konsep Sulh-e-Kul (toleransi universal) oleh Akbar, Sumbangsih besar dalam seni arsitektur, terutama Taj Mahal (dibangun oleh Syah Jahan).

​ 2.3.3 Runtuhnya Kerajaan oleh Kolonial Inggris dan Pembentukan Bangladesh

​ Faktor kemunduran: Perang saudara, munculnya pemberontakan Maratha, dan melemahnya Aurangzeb, Penetrasi East India Company (Inggris) yang berujung pada pengambil alihan kekuasaan (1858 M), Konsekuensi jangka panjang: Penjajahan Inggris di India yang berakhir dengan pemisahan wilayah menjadi India dan Pakistan Timur (yang kemudian menjadi Bangladesh pada tahun 1971), menunjukkan warisan konflik agama/politik dan batas-batas wilayah dari masa pasca-Mughal.

​=====================

BAB III

 PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan dalam makalah, dapat disimpulkan bahwa:

1. Kesultanan Turki Utsmani merupakan kerajaan Islam terkuat pada masanya yang mencapai puncak kejayaan di bawah Sultan Al-Fatih dan Sultan Sulaiman Al-Qanuni. Kemunduran terjadi akibat melemahnya kepemimpinan, konflik internal, dan intervensi Barat. Era Utsmani berakhir dengan munculnya Mustafa Kemal Atatürk yang mendirikan Republik Turki modern.

2. Dinasti Safawi berhasil membangun identitas politik dan keagamaan Persia melalui penetapan Mazhab Syiah Itsna Asyariyah. Masa kejayaan terjadi pada pemerintahan Syah Abbas I. Meski runtuh pada abad ke-18, pengaruh teologis dan politiknya menjadi fondasi munculnya Republik Islam Iran di bawah Ayatullah Khomeini pada abad ke-20.

3. Dinasti Mughal menjadi simbol toleransi, kemajuan seni, dan kejayaan budaya Islam di India. Keruntuhannya disebabkan konflik internal, pemberontakan lokal, dan dominasi Inggris. Dampak jangka panjangnya terlihat pada pembentukan India, Pakistan, hingga Bangladesh sebagai warisan pecahan wilayah pasca-Mughal.

Ingin mendapatkan Makalah dan Skripsi yang lain silahkan kunjung ke GUDANG MAKALAH DAN SKRIPSI

​ ​

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Advertisement

Advertisement