Advertisement

Setiap Perjalanan Pasti Akan Finish

PERJALANAN WAKTU DI UJUNG KEHIDUPAN AKAN SEGERA TIBA PADA SAATNYA

Sobat Saef, Allah Azza wa Jalla telah menentukan kadar kehidupan setiap manusia, termasuk batas usianya. Semua itu menjadi petunjuk agar kita mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Allah Azza wa Jalla berfirman,

وَا لَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدٰى

"Yang menentukan kadar masing-masing dan memberi petunjuk,"(QS. Al-A'la: 3)

Allah Azza wa Jalla sudah memberikan segala sesuatu sesuai dengan kadar atau takarannya. Ini berlaku dalam semua ciptaan Allah Azza wa Jalla.

Dalam sebutir jagung, kacang dan biji-bijian lainnya sudah ada ketetapan dan petunjuk lengkapnya. Bagian ini akan menjadi akar, bagian yang lain akan menjadi daun, tangkai, buah dan lainnya, bila ditanam.

Dalam setetes air sperma sudah ada ketetapan dan petunjuknya. Bagian ini akan menjadi kaki, bagian yang lain akan menjadi mata, hidung, rambut dan lainnya, bila kemudian menjadi janin.

Apa yang sudah ditetapkan Allah Azza wa Jalla walau bagaimanapun tidak akan meleset. Apa yang tidak ditetapkan walau bagaimamapun juga tidak akan menimpa. Perjalanan waktu di ujung kehidupan pada masanya akan tiba mengikuti ketetapan dan iradah-Nya. Ini bagian dari iman kepada takdir Allah Azza wa Jalla. Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam,

لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ حَتَّى يَعْلَمَ أَنَّ مَا أَصَابَهُ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَهُ وَأَنَّ مَا أَخْطَأَهُ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَهُ

“Seorang hamba tidak dikatakan beriman sampai dia mengimani tentang takdir yang baik dan takdir yang buruk, sampai dia mengetahui bahwa apa yang menimpanya tidak akan meleset darinya, dan sesuatu yang tidak ditetapkan atasnya tidak akan mengenainya.” (HR. Tirmidzi, 2070)

Dengan iman kepada takdir Allah Azza wa Jalla ini, hati kita menjadi tenang dalam menghadapi segala apapun yang telah, sedang dan akan terjadi.

Hidup adalah suatu perjalanan panjang yang menuntut proses pembelajaran dari segala hal yang ada. Proses pembelajaran ini akan memberikan kita pengalaman yang akan terus bertambah seiring waktu berjalan.

Usia adalah rahasia yang abadi sampai ia datang. Tak mengenal anak kecil atau manusia lanjut usia, ia bisa datang tanpa permisi. Ketika seseorang meninggal, ada beragam reaksi dari orang yang ditinggalkan. Sedih dan tidak rela lebih mendominasi, tapi tak jarang keluarga yang begitu sabar, tabah dan ikhlas melepas kepergian orang tercinta. Harta banyak yang kita kumpulkan. Ketampanan dan kecantikan yang kita sombongkan. Kecerdasan yang kita banggakan. Kekuasaan yang kita kejar dan pertahankan. Semua itu tak akan berdaya. Semua pada akhirnya akan kita tinggalkan.

Apa yang sudah kita persiapkan untuk menghadapinya? Pada akhirnya hanya ada dua pilihan yang tersisa. _Pertama,_ terlena oleh pesona kehidupan gemerlap dunia. Atau _kedua,_ berjuang di sisa umur kita.

Duhai Pemilik Jiwa, jadikan hati ini sabar, tabah dan ikhlas saat malaikat maut mendatangi agar kematian terasa begitu indah menyapa.

Keindahan di ujung perjalan hidup kita adalah husnul khatimah yang merupakan dambaan sekaligus harapan terakhir setiap hamba yang beriman dalam hidupnya. Karenanya doa husnul khatimah sering dipanjatkan sebagai motivasi dan kesungguhan untuk meraihnya.

Husnul khatimah tidak hanya berhubungan dengan orang tua dan lanjut usia. Urusan husnul khatimah adalah urusan setiap orang, tua muda, besar kecil, pejabat maupun rakyat. Karena hakikatnya husnul khatimah juga hak setiap individu muslim di akhir hayatnya di usia berapapun.

Secara bahasa, husnul khatimah artinya akhir yang baik, sebuah anugerah Allah Azza wa  Jalla yang agung untuk mengakhiri kehidupan dengan sebaik-baiknya. Namun seperti juga karunia Allah Azza wa Jalla yang lain, husnul khatimah tidak diraih dengan berpangku tangan, tanpa usaha, perencanaan, dan persiapan yang memadai.

Husnul khatimah merupakan penilaian akhir yang sangat menentukan. Karena boleh jadi, di awal kehidupan seseorang kental dengan kemaksiatan dan dosa, lantas ia bertaubat dan menjadi lebih baik di akhir waktu. Namun yang paling aman, tetap istiqamah dengan keimanan dan ketakwaan dari awal hingga akhir usia.

Marilah kita fahami kembali tujuan hidup kita dengan benar untuk beribadah kepada-Nya dan jangan ragu dalam mengambil keputusan. Tidak perlu langkah yang besar untuk memulai sesuatu, cukup dimulai dengan langkah kecil dan yakinlah sesuatu yang besar sedang menunggu kita di depan sana, di ujung jalan kehidupan kita.

Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa menjaga iman dan takwa kita hingga di ujung kehidupan kita untuk meraih ridha-Nya mendapat predikat husnul khatimah.

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Advertisement

Advertisement