Kalam Hikmah

Minggu, 08 April 2012

Pendidikan dalam Keluarga


Pendidikan dalam Keluarga
Hubungan antar individu dalam lingkungan keluarga sangat mempengaruhi kejiwaan
anak dan dampaknya akan terlihat sampai kelak ketika ia menginjak usia dewasa.
Suasana yang penuh kasih sayang dan kondusif bagi pengembangan intelektual yang
berhasil dibangun dalam sebuah keluarga akan membuat seorang anak mampu
beradaptasi dengan dirinya sendiri, dengan keluarganya dan dengan masyarakat
sekitarnya.
Oleh karena itu, dalam proses pembentukan sebuah keluarga diperlukan adanya sebuah
program pendidikan yang terpadu dan terarah. Program pendidikan dalam keluarga ini
harus pula mampu memberikan deskripsi kerja yang jelas bagi tiap individu dalam
keluarga sehingga masing-masing dapat melakukan peran yang berkesinambungan demi
terciptanya sebuah lingkungan keluarga yang kondusif untuk mendidik anak secara
maksimal.
Dalam bagian pertama buku ini akan kami paparkan beberapa faktor yang signifikan
dalam garis-garis besar pendidikan keluarga menurut ajaran Islam, yaitu sebagai berikut.
1. Keterpaduan Program Pendidikan
Keberadaan sebuah program yang jelas dalam menjalani kehidupan akan memberikan
pengaruh yang positif terhadap perilaku seseorang. Jika kita benar-benar yakin pada nilai
positif program tersebut dan menjalankannya dengan konsekuen, sebuah karakter positif
dalam perilaku kita akan terbentuk. Adanya program hidup yang sama, akan
menghasilkan perilaku yang sama pula. Oleh karena itu, program tunggal dapat dijadikan
parameter untuk mengetahui sejauh mana tindakan dan perilaku kita sesuai dengan
program itu.
Suami isteri harus bersepakat untuk menentukan satu program yang dengan jelas
menerangkan hak-hak dan kewajiban masing-masing dalam keluarga. Islam dengan
keterpaduan ajaran-ajarannya menawarkan sebuah konsep dalam membangun keluarga
muslim.
Konsep ini adalah konsep rabbani yang diturunkan oleh Allah, Tuhan Yang Maha
mengetahui. Dialah yang menciptakan manusia dan Dia pulalah yang paling mengetahui
kompleksitas kehidupan manusia. Dengan demikian dapat kita katakan bahwa konsep
yang ditawarkan oleh Islam adalah satu-satunya konsep dan program hidup yang sesuai
dengan fitrah manusia.
Konsep Islam adalah sebuah konsep yang secara jelas dan seimbang mendistribusikan
tugas-tugas kemanusiaan. Islam tidak pernah memberikan tugas yang tidak dapat
dilakukan oleh seorang manusia dengan segala keterbatasannya. Konsep ini tidak akan
pernah salah, tidak memiliki keterbatasan, dan tidak mungkin mengandung perintah dan
tugas yang tidak dapat dilakukan. Penyebabnya tentu saja, karena konseptornya adalah
Allah SWT.
Konsep keluarga Islami memberikan prinsip-prinsip dasar yang secara umum
menjelaskan hubungan antaranggota keluarga dan tugas mereka masing-masing.
Sementara itu, cara pengaplikasian prinsip-prinsip dasar ini bersifat kondisional. Artinya,
amat bergantung pada kondisi dan situasi dalam sebuah keluarga dan dapat berubah
sesuai dengan keadaan.
Oleh karena itu, kedua orang tua harus bersepakat dalam merumuskan detail
pengaplikasian konsep dan program pendidikan yang ingin mereka terapkan sesuai
dengan garis-garis besar konsep keluarga Islami. Kesepakatan antara kedua orang tua
dalam perumusan ini akan menciptakan keselarasan dalam pola hubungan antara mereka
berdua dan antara mereka dengan anak-anak.
Keselarasan ini menjadi amat penting karena akan menghindarkan ketidakjelasan arah
yang mesti diikuti oleh anak dalam pendidikannya. Jika ketidakjelasan arah itu terjadi,
anak akan berusaha untuk memuaskan hati ayah dengan sesuatu yang kadang
bertentangan dengan kehendak ibu atau sebaliknya. Anak akan memiliki dua tindakan
yang berbeda dalam satu waktu. Hal itu dapat membuahkan ketidakstabilan mental,
perasaan, dan tingkah laku.
Riset para ahli membuktikan bahwa anak-anak yang dibesarkan di sebuah rumah tanpa
pengawasan kedua orang tua sekaligus lebih banyak bermasalah dibandingkan dengan
anak-anak yang mendapatkan pengawasan bersama dari kedua orang tuanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ok