Kalam Hikmah

Sabtu, 21 April 2018

Contoh SOP Satpam dan Pertamanan


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
KEAMANAN,KETERTIBAN DAN PERTAMANAN
MTs. IHYAUL ULUM DUKUN GRESIK


MANUAL STANDAR MUTU KERJA PETUGAS KEAMANAN (SECURITY)

A.  TUJUAN
1.    Mewujudkan lingkungan madrasah yang aman, tertib dan nyaman.
2.    Mewujudkan keamanan, ketertiban dan keselamatan seluruh civitas akademik madrasah dalam melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar di madrasah.
3.    Mewujudkan lingkungan Madrsah yang indah dan Asri
4.    Menjadikan model pengelolaan madrasah yang aman, tertib dan nyaman.

B.  PENANGGUNG JAWAB DAN TANGGUNG JAWAB.
1.    Kepala Madrasah
a.    Mengadakan bimbingan dan pengarahan pada petugas keamanan agar dapat menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik dan benar.
b.    Menjamin terciptanya madrasah aman, tertib dan nyaman.
c.     Menjamin terciptanya lingkungan madrasah yang Indah dan asri
d.    Mengupayakan kesejahteraan bagi seluruh petugas keamanan sesuai kemampuan.
e.    Melaporkan kondisi keamanan, ketertiban dan kenyamanan madrasah pada pengurus yayasan tiap akhir tahun.

2.    Petugas Keamanan (security).
Wajib
a.    Masuk jam 6.30-13.30
b.    Melaksanakan keamanan sesuai dengan tugas dan schedule yang telah ditetapkan.
c.     Melaporkan segala persoalan terkait dengan keamanan pada wakil dan atau kepala madrasah untuk diambil tindakan secepat dan setepat mungkin.
d.    Menjalankan tugas sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
e.    Bekerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka menjamin terciptanya madrasah yang aman, tertib dan nyaman.
Wajib Tambahan
a.             Merawat taman
·         Mengusulkan/mengadakan taman yang diperlukan
·         Menyiram, memangkas dan merapikan tanaman serta kegiatan lain yang berhubungan dengan pertanaman

C.  PROSEDUR/MANUAL KINERJA.
C.1. Kegiatan Rutin Setiap Hari

Waktu
Petugas
PEKERJAAN YANG HARUS DILAKUKAN
06.30-06.45
1.    Membuka pintu gerbang Utara.
2.    Menyiram dan memeriksa Taman
3.    Meletakkan alat peraga kamtib pada tempat yang sesuai.
4.    Mematikan Lampu halaman atau kelas yang masih menyala

06.45
1.    Mengatur kedatangan warga madrasah di gerbang Utara.
2.    Memfasilitasi tamu yang berkepentingan dengan warga madrasah.
3.    Memastikan setiap yang masuk ke madrasah tidak melakukan tindakan yang bisa mengganggu keamanan dan ketertiban.

06.45 – 07.00
1.    Menutup pintu gerbang Utara selama apel pagi/doa berlangsung.
2.    Menjaga dan memastikan kegiatan doa dalam keadaan tenang tidak terganggu oleh kegiatan lain.
3.    Mempersilakan setiap tamu dan semua warga sekolah yang datang ketika doa sedang berlangsung untuk menunggu di luar pagar.

07.00 – 09.20
1.    Berada di POS keamanan dan memastikan tidak ada siswa yang keluar atau masuk madrasah tanpa izin.
2.    Memfasilitasi tamu yang ingin bertemu dengan warga madrasah.
3.    Memastikan tidak ada gangguan terhadap kegiatan Proses Belajar Mengajar yang sedang berlangsung.
09.40 – 10.10
Istirahat
(Dengan tetap memantau kondisi kamtib)
10.10 – 13.30
1.    Berada di POS keamanan dan memastikan tidak ada siswa yang keluar atau masuk madrasah tanpa izin.
2.    Memfasilitasi tamu yang ingin bertemu dengan warga madrasah.
3.    Memastikan tidak ada gangguan terhadap kegiatan Proses Belajar Mengajar yang sedang berlangsung.
13.30
1.    Mengunci semua pintu gerbang, kecuali ada kegiatan malam hari di sekolah dengan tetap membuka sebagian gerbang Utara.
2.    Memastikan tidak ada benda atau peralatan warga sekolah yang tertinggal dalam keadaan tidak aman.
3.    Melaporkan kepada TU bila pintu kelas atau kantor terbuka dengan tidak aman
17.00
1.    Menyalakan lampu seperlunya pada malam hari.
2.    .
05.00
Mematikan lampu penerang baik di halaman atau di kelas.




C.2. Kegiatan Insidental

Waktu
Petugas
Kegiatan
Khusus / Libur Madrasah
Melakukan tindakan terkait keamanan dan ketertiban ketika ada kegiatan khusus di madrasah.
Melakukan kontrol keamanan madrasah pada saat-saat dibutuhkan
Tetap melakukan tindakan dan koordinasi terkait keamanan dan ketertiban di madrasah selama hari libur madrasah.


Keterangan :
1.    Nama Petugas : Oman
2.    Jika ada kepentingan …
D.  PELAPORAN
1.    Setiap hari Waka Humasy. dan atau kepala madrasah mengontrol kegiatan keamanan dan ketertiban secara umum.
2.    Dalam tiap dua minggu sekali masing-masing petugas keamanan (security) melaporkan kondisi keamanan dan ketertiban kepada Kepala Madrasah untuk diadakan evaluasi jika diperlukan.
3.    Sewaktu-waktu petugas keamanan (security) berkoordinasi pada kepala madrasah jika terjadi permasalahan dalam penanganan kamtib di Madrasah.
4.    Kepala Madrasah dibantu waka ………………. melaporkan pada pengurus yayasan mengenai pelaksanaan keamanan dan ketertiban madrasah sekurang-kurangnya satu tahun sekali.


E.  FORM TERKAIT YANG HARUS DISIAPKAN

1.    Buku tamu
2.    Buku catatan keluar masuk siswa
3.    Surat pengantar keluar masuk siswa

F.  LAIN-LAIN
1.    Untuk optimalisasi dan faktor keamanan lalu lintas,  sentral pintu gerbang pindah ke Utara.
2.    Pembiayaan yang timbul akibat dari diberlakukannya SOP ini akan dikoordinasikan bersama Pihak Madrasah.
3.    SOP ini dibuat sebagai pedoman pelaksanaan dengan tetap mempertimbangkan situasi dan kondisi.

                                                                                    Dukun,22 Agustus 2018                       Kepala Madrasah

                                                                                      
                     H.Sa’dan Maftuh
                                                                             

Jumat, 23 Maret 2018

Simbol NU yang benar


Siapa kita.... NU
Siapa kita....NU
Siapa kita....NU

NKRI..... Harga Mati

Pancasila... Jaya

Jumat, 09 September 2016

Puter giling (Ilmu tua)

Ilmu yang digunakan untuk memanggil orang yang hilang kontak dengan kita ataupun yang sengaja melarikan diri dari kita, mereka akan kembali menemui kita
Caranya :
1- Ambil bola Pingpong yang baru
2- sipakan balpoint (tinta yang dapat nulis di pingpong)
3- Tulis namanya dengan Bahasa Arab
4- Tulis Surat al-an'am ayat 71 melingkar disekeliling nama yang tertulis
5- Masukkan kedalam kantong plastik
6- Masukkan kedalam galian tanah, kemudian tutup kembali seperti semula
NB. Baca Fatihah Untuk Mbah Yai Senori
        Dan kirim juga ke Mujiz
Lebih jelas kontak penulis, karena ini harus memakai Ijazah.

Jumat, 19 Agustus 2016

Khutbah Dahsyatnya Sholawat Nabi



Dahsyatnya Sholawat Nabi

 اَلْحَمْدُ للهِ ×2 الَّذِىْ اَمَرَنَا بِالصَّلاَةِ عَلَى النَّبِىِّ وَجَعَلَهَا سَبَبًا لِنَيْلِ شَفَاعَتِهِ، فَمَنْ اَكْثَرَهَا فَهُوَ اَوْلَى النَّاسِ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَوْمَ لاَ يَشْفَعُ اَحَدٌ اِلاَّ بِاِذْنِهِ، وَمَنِ افْتَتَحَ بِهَا الدُّعَاءَ وَاخْتَتَمَ فَهُوَ اَقْرَبُ اِلَى اسْتِجَابِ دُعَائِهِ، اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً مَقْرُوْنَةً بِتَسْبِيْحِهِ، وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا محمداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَفْضَلُ الْخَلْقِ كُلِّهِ.
اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ حَثَّ النَّاسَ عَلَى اِكْثَارِ الصَّلَوَاتِ وَالتَّوَسُّلِ بِهَا عِنْدَ سُؤَالِ حَاجَاتِهِ، وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ. اَمَّا بَعْدُ.
عِبَادَ اللهِ … اُوْصِيْنِىْ نَفْسِىْ وَاِيّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ حَقَّ تَقَوَاهُ، وَاَكْثِرُوْا عَلَى الصَّلَوَاتِ لِاَنَّ فِيْهَا فَوَائِدَ لاَ تُحْصَى وَفَضَائِلَ اَكْثَرَ مِنْ اَنْ تُسْتَقْصَى.
Hadirin jama’ah Jum’ah Rahimakumullah
Monggo Kito sami tansah ningkataken raos…..
Allah SWT berfirman :
بسم الله الرحمن الرحيم، اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Artinya : “Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya dengan sungguh-sungguh” (Q.S. Al-Ahzab ayat 56)
Semua sudah maklum, bahwa shalawat dengan beragam bentuknya mulai dari Sholawat Ma’tsuroh, Ibrohimiyah, Alfatih, Qutbul Aqthob, Mukafaah dan Nariyah, secara umum memiliki fadlilah (keutamaan).sebagaimana hadis riwayat Amr ibn Ash
عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عَمْرٍو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا اَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا رواه مسلم ،
Sesungguhnya Amr bin Al Ash RA mendengar Rosulullah SAW bersabda“Barang siapa yang membaca shalawat sekali saja, Allah SWT akan memberi rahmat padanya sebanyak sepuluh kali”
Dalam kitab Al Fawaid Al Mukhtaroh, Syaikh Abdul Wahhab Asy Sya’roni meriwayatkan bahwa Abul Mawahib Asy Syadzily berkata
رَأَيْتُ سَيِّدَ الْعَالَمِيْنَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ صَلاَةُ اللهِ عَشْرًا لِمَنْ صَلَّى عَلَيْكَ مَرَّةً وَاحِدَةً هَلْ ذَلِكَ لِمَنْ حَاضَرَ الْقَلْبَ ؟
Aku pernah bermimpi bertemu Baginda Nabi Muhammad SAW, akubertanya “Ada hadis yang menjelaskan sepuluh rahmat Allah diberikan bagi orang yang berkenan membaca shalawat, apakah dengan syarat saat membaca harus dengan hati hadir dan memahami artinya?”
قَالَ لاَ، بَلْ هُوَ لِكُلِّ مُصَلٍّ عَلَيَّ وَلَوْ غَافِلاً
Kemudian Nabi menjawab “Bukan, bahkan itu diberikan bagi siapa saja yang membaca shalawat meski tidak faham arti shalawat yang ia baca”
Allah Ta’ala memerintahkan malaikat untuk selalu memohonkan do’a kebaikan dan memintakan ampun bagi orang tersebut. Terlebih jika ia membaca dengan hati hadir, pasti pahalanya sangat besar, hanya Allah yang mengetahuinya.
Hadirin Jama’ah Jum’ah yang mulia
Bahkan, ada sebuah keterangan apabila kita berdo’a tidak dimulai dengan memuja Allah Ta’ala, tanpa membaca shalawat, kita disebut sebagai orang yang terburu-buru.
عن فَصَالَةَ بن عُبَيدْ رضى الله عنهما قَالَ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم رَجُلاً يَدْعُوْ فِىْ صَلاَتِهِ لَمْ يَحْمَدِ اللهَ تَعَالَى وَلَمْ يُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم عَجَّلَ هَذَا،
Baginda Nabi mendengar ada seseorang yang sedang berdo’a tapi tidak dibuka dengan memuja Allah ta’ala dan tanpa membaca shalawat, Nabi berkata “orang ini terburu-buru”
ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ اَوْ لِغَيْرِهِ اِذَا صَلَّى اَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيْدِ رَبِّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يَدْعُوْ بَعْدُ بِمَا شَاءَ، رواه ابو داود والترمذى وقال حديث صحيح.
Kemudian Baginda Nabi mengundang orang itu, lalu ia atau orang lainnya dinasehati “jika diantara kalian berdo’a, maka harus diberi pujian kepada Allah SWT, membaca shalawat, lalu berdoalah sesuai dengan apa yang dikehendaki”                 
Hadirin Jama’ah Jum’ah yang mulia
Apalagi jika bertepatan pada hari Jum’at, maka perbanyaklah membaca shalawat di dalamnya.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إِنَّ مِنْ اَفْضَلِ اَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَاَكْثِرُوْا عَلَيَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِيْهِ فَاِنَّ صَلاَتَكُمْ مَعْرُوْضَةٌ عَلَيَّ رواه ابو داود.
Sabda Rasulullah SAW “Hari yang paling mulia adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah shalawat di hari itu, karena shalawat kalian dihaturkan kepangkuanku”.
Hadirin Jamaah Sholat Jumat Rahimakumullah, Malam nanti Jam 19,00 Insyaallah di aula ponpes Ihyaul ulum akan diadakan pembacaan sholawat Nariyah, Sedikit menjelaskan bahwa Sejarah Shalawat Nariyah,Sholawat Nariyah adalah sebuah sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah. Syekh yang satu ini hidup pada jaman Nabi Muhammad sehingga termasuk salah satu sahabat nabi. Beliau lebih menekuni bidang ketauhidan. Syekh Nariyah selalu melihat kerja keras nabi dalam menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan tentang Islam, amal saleh dan akhlaqul karimah sehingga syekh selalu berdoa kepada Allah memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk nabi. Doa-doa yang menyertakan nabi biasa disebut sholawat dan syekh nariyah adalah salah satu penyusun sholawat nabi yang disebut sholawat nariyah.

Suatu malam syekh nariyah membaca sholawatnya sebanyak 4444 kali. Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah. Maka dalam suatu majelis beliau mendekati Nabi Muhammad dan minta dimasukan surga pertama kali bersama nabi. Dan Nabi pun mengiyakan. Ada seseorang sahabat yang cemburu dan lantas minta didoakan yang sama seperti syekh nariyah. Namun nabi mengatakan tidak bisa karena syekh nariyah sudah minta terlebih dahulu
Disebutkan dalam kitab Khozinatul Asror (hlm. 179) bahwa, “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah)”.

Hadirin Jama’ah Jum’ah yang mulia Walhasil, kesimpulannya ialah :
1.   Mari kita perbanyak shalawat, apalagi jika bertepatan pada hari Jum’at.
Ulama’ sepakat bahwa shalawat pasti diterima, karena dalam rangka memuliakan Rasulullah SAW.
Ada penyair yang berkata
أَدِمِ الصَّلاَةَ عَلَى مُحَمَّدٍ   فَقَبُوْلُهَا حَتْمًا بِغَيْرِ تَرَدُّدٍ
أَعْمَالُنَا بَيْنَ الْقَبُوْلِ وَرَدِّهَا اِلاَّ الصَّلاَةَ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ
Bacalah shalawat selalu, sebab shalawat pasti diterima.
Adapun amal yang lain mungkin saja diterima dan mungkin ditolak, kecuali shalawat. Shalawat pasti diterima.
2.     Supaya doa berhasil dan terkabul maka saat berdoa kita harus dengan adab dan tata cara yang tepat yaitu dimulai dengan memuji Allah SWT dan membaca shalawat.
Semoga kita semua, keluarga kita, tetangga kita serta semua masyarakat kita dipermudah mengikuti jejak Baginda Nabi dan kelak kita beruntung mendapat syafa’at Baginda Nabi Muhammad SAW.
بَارَكَ اللهُ لِىْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِىْ وَاِيَّاكُمْ بِاْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، اِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّؤُوْفُ الرَّحِيْمُ. اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَنِ الرَّجِيْمِ. لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُوْلٌ مِنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ. وَقُلْ رَّبِ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ










Khutbah Kedua
الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه، كما يحب ربنا ويرضى، أحمده سبحانه وأشكره على نعمه العظمى، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله النبي المصطفى، والخليل المجتبى، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه، أئمة الهدى، ومن سار على هديهم واقتفى، وسلم تسليمًا كثيرًا.
أما بعد: فيا عباد الله، اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وأنتم مسلمون 
وصلوا وسلّموا على نبي الرحمة والهدى كما أمركم بذلك المولى جل وعلا بقوله: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰئِكَـتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىّ يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيْهِ وَسَلّمُواْ تَسْلِيماً
اللهم صلى على سيّدنا  محمد وعلى آل سيّدنا محمد كما صليت على سيّدنا إبراهيم آل سيّدنا إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد وبارك على محمد سيّدنا وآل سيّدنا محمد كما باركت على سيّدنا إبراهيم آل سيّدنا إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد
وارض اللهم عن الخلفاء الأربعة أبي بكر وعمر وعثمان وعلي وعن بقية الصحبة أجمعين وعنا برحمتك يا أرحم الراحمين.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا،
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَانًا صَادِقًا ذَاكِرًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا مُنِيْبًا، وَعَمَلاً صَالِحًا زَاكِيًا، وَعِلْمًا نَافِعًا رَافِعًا، وَإِيْمَانًا رَاسِخًا ثَابِتًا، وَيَقِيْنًا صَادِقًا خَالِصًا، وَرِزْقًا حَلاَلاًطَيِّبًا وَاسِعًا، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

اللَّهُمَّ رَبَّنَا احْفَظْ أَوْطَانَنَا وَأَعِزَّ سُلْطَانَنَا وَأَيِّدْهُ بِالْحَقِّ وَأَيِّدْ بِهِ الْحَقَّ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ