Kalam Hikmah

Jumat, 25 Mei 2012

Semua Tentang PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

PENELITIAN TINDAKAN KELAS
OUTPUT DAN OUTCOME
  • Peserta yang mampu memahami berbagai cara meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas: pengertian PTK, langkah-langkah PTK, pengambilan data, pengolahan dan analisis data serta pembahasannya.
Uraian langkah-langkah penelitian, cara pengambilan data, pengolahan dan analisis data serta pembahasannya.Pengantar
Pentingnya guru untuk melaksanakan PTK baik untuk kepentingan peningkatan mutu guru/pembelajaran maupun karier
MERANCANG PTK
Keharusan Guru Membuat KTI
Penelitian
  Karangan Ilmiah
  Ilmiah Populer
  Prasaran Seminar
  Buku
  Diktat
  Terjemahan
SEKILAS INFO
PENELITIKAN TINDAKAN KELAS(PTK)
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan ragam penelitian pembelajaran yang berkonteks kelas yang dilaksanakan oleh guru untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru, memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran dan mencobakan hal-hal baru pembelajaran demi peningkatan mutu dan hasil pembelajaran.
LANJUTAN…
Berdasarkan jumlah dan sifat perilaku para anggotanya, PTK dapat berbentuk individual dan kaloboratif, yang dapat disebut PTK individual dan PTK kaloboratif. Dalam PTK individual seorang guru melaksanakan PTK di kelasnya sendiri atau kelas orang lain, sedang dalam PTK kaloboratif beberapa orang guru secara sinergis melaksanakan PTK di kelas masing-masing dan diantara anggota melakukan kunjungan antar kelas.
KARAKTERISTIK PTK
Sebagai berikut :
Bersifat siklis, artinya PTK terlihat siklis-siklis (perencanaan, pemberian tindakan, pengamatan dan refleksi), sebagai prosedur baku penelitian.
Bersifat longitudinal, artinya PTK harus berlangsung dalam jangka waktu tertentu (misalnya 2-3 bulan) secara kontinyu untuk memperoleh data yang diperlukan, bukan "sekali tembak" selesai pelaksanaannya.
LANJUTAN
Bersifat partikular-spesifik jadi tidak bermaksud melakukan generalisasi dalam rangka mendapatkan dalil-dalil. Hasilnyapun tidak untuk digenaralisasi meskipun mungkin diterapkan oleh orang lain dan ditempat lain yang konteksnya mirip.
Bersifat partisipatoris, dalam arti guru sebagai peneliti sekali gus pelaku perubahan dan sasaran yang perlu diubah. Ini berarti guru berperan ganda, yakni sebagai orang yang meneliti sekali gus yang diteliti pula.
Bersifat emik (bukan etik), artinya PTK memandang pembelajaran menurut sudut pandang orang dalam yang tidak berjarak dengan yang diteliti; bukan menurut sudut pandang orang luar yang berjarak dengan hal yang diteliti.
LANJUTAN
Bersifat kaloboratif atau kooperatif, artinya dalam pelaksanaan PTK selalu terjadi kerja sama atau kerja bersama antara peneliti (guru) dan pihak lain demi keabsahan dan tercapainya tujuan penelitian.
Bersifat kasuistik, artinya PTK menggarap kasus-kasus spesifik atau tertentu dalam pembelajaran yang sifatnya nyata dan terjangkau oleh guru; menggarap masalah-masalah besar.
Menggunakan konteks alamiah kelas, artinya kelas sebagai ajang pelaksanaan PTK tidak perlu dimanipulasi dan atau direkayasa demi kebutuhan, kepentingan dan tercapainya tujuan penelitian.
LANJUTAN
Mengutamakan adanya kecukupan data yang diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian, bukan kerepresentasifan (keterwakilan jumlah) sampel secara kuantitatif. Sebab itu, PTK hanya menuntut penggunaan statistik yang sederhana, bukan yang rumit.
Bermaksud mengubah kenyataan, dan situasi pembelajaran menjadi lebih baik dan memenuhi harapan, bukan bermaksud membangun teori dan menguji hipotesis.
Mengidentifikasi, menemukan solusi, dan mengatasi masalah pembelajaran di kelas agar pembelajaran bermutu.
Meningkatkan dan memperkuat kemampuan guru dalam memecahkan masalah-masalah pembelajaran dan membuat keputusan yang tepat bagi siswa dan kelas yang diajarnya.
LANJUTAN
Mengeksplorasi dan membuahkan kreasi-kreasi dan inovasi-inovasi pembelajaran (misalnya, pendekatan, metode, strategi, dan media) yang dapat dilakukan oleh guru demi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran.
TUJUAN PTK adalah
Memperbaiki dan meningkatkan mutu praktik pembelajaran yang dilaksanakan guru demi tercapainya tujuan pembelajaran.
Memperbaiki dan meningkatkan kinerja-kinerja pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru.
Mencobakan gagasan, pikiran, kiat, cara, dan strategi baru dalam pembelajaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran selain kemampuan inovatif guru.
Mengeksplorasi pembelajaran yang selalu berwawasan atau berbasis penelitian agar pembelajaran dapat bertumpu pada realitas empiris kelas, bukan semata-mata bertumpu pada kesan umum atau asumsi.
MANFAAT PTK ADALAH
Menghasilkan laporan-laporan PTK yang dapat dijadikan bahan panduan guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Selain itu hasil-hasil PTK yang dilaporkan dapat menjadi bahan artikel ilmiah atau makalah untuk berbagai kepentingan, antara lain disajikan dalam forum ilmiah dan dimuat di jurnal ilmiah.
Menumbuhkembangkan kebiasaan, budaya, dan atau tradisi meneliti dan menulis artikel ilmiah di kalangan guru. Hal ini telah ikut mendukung professionalisme dan karir guru.
Mampu mewujudkan kerja sama, kaloborasi, dan atau sinergi antar-guru dalam satu sekolah atau beberapa sekolah untuk bersama-sama memecahkan masalah pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran.
Mampu meningkatkan kemampuan guru dalam menjabarkan kurikulum atau program pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan konteks lokal, sekolah, dan kelas. Hal ini memperkuat dan relevansi pembelajaran bagi kebutuhan siswa.
Dapat memupuk dan meningkatkan keterlibatan , kegairahan, ketertarikan, kenyamanan, dan kesenangan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas yang dilaksanakan guru. Hasil belajar siswa pun dapat meningkatkan.
Dapat mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang menarik, menantang, nyaman, menyenangkan, dan melibatkan siswa karena strategi, metode, teknik, dan atau media yang digunakan dalam pembelajaran demikian bervariasi dan dipilih secara sungguh-sungguh.
PRINSIP PTK
          Tidak mengganggu KBM
          Tidak menyita waktu
          Metodologi andal
          Merupakan masalah guru
          Konsisten terhadap prosedur etika
          Permasalahan terkait dalam misi sekolah
KESALAHAN UMUM
Guru merasa sudah melakukan Inovasi lewat PTK, padahal sebenarnya guru HANYA
Melakukan apa yang seharusnya dia lakukan…. Tapi selama ini belum dilakukan..
Misalnya : Penggunaan LK
                    Evaluasi aspek Afektif
PROSEDUR PELAKSANAAN PTK
  1. MENYUSUN PROPOSAL PTK
  2. MELAKSANAKAN SIKLUS DALAM     KELAS
  3. MENGANALISIS DATA YANG TELAH DIKUMPULKAN
  4. MENULISKAN LAPORAN PTK.
  5. Menyusun proposal PTK.
    Dalam kegiatan ini perlu dilakukan kegiatan pokok
(1) mendeskripsikan dan menemukan masalah PTK dengan berbagai metode atau cara, (2) menentukan cara pemecahan masalah PTK dengan pendekatan, strategi, media, atau kiat tertentu, (3) memilih dan merumuskan masalah PTK baik berupa pertanyaan atau pernyataan sesuai dengan masalah dan cara pemecahannya,
(4) menetapkan tujuan pelaksanaan PTK sesuai dengan masalah yang ditetapkan, (5) memilih dan menyusun persfektif, konsep, dan perbandingan yang akan mendukung dan melandasi pelaksanaan PTK, (6) menyusun siklus-siklus yang berisi rencana-rencana tindakan yang diyakini dapat memecahkan masalah-masalah yang telah dirumuskan, (7) menetapkan cara mengumpulkan data sekaligus menyusun instrumen yang diperlukan untuk menjaring data PTK, (8) menetapkan dan menyusun cara-cara analisis data PTK.
2.MELAKSANAKAN SIKLUS DALAM KELAS
Dalam kegiatan ini diterapkan rencana tindakan yang telah disusun dengan variasi tertentu sesuai dengan kondisi kelas. Selama pelaksanaan tindakan dalam siklus dilakukan pula pengamatan dan refleksi. baik pelaksanaan tindakan, pengamatan maupun refleksi dapat dilakukan secara beiringan, bahkan bersamaan. Semua hal yang berkaitan dengan hal diatas perlu dikumpulkan dengan sebaik-baiknya.
3. Menganalisis data yang telah dikumpulkan
Antara lain tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, maupun refleksi. Analisis data ini harus disesuaikan dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan. Hasil analisis data ini dipaparkan sebagai hasil PTK. Setelah itu, perlu dibuat kesimpulan dan rumusan saran.
4. Menulis laporan PTK, yang dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan menganalisis data.
Dalam kegiatan ini pertama-tama perlu ditulis paparan hasil-hasil PTK. Paparan hasil PTK ini disatukan dengan deskripsi masalah, rumusan masalah, tujuan, dan kajian konsep atau teoritis. Inilah laporan PTK.
Bagaimana memunculkan masalah?
UNTUK PENETAPAN FOKUS MASALAH PTK BUATLAH BERTURUT TURUT:

LATAR BELAKANG MASALAH
IDENTIFIKASI MASALAH
ANALISA MASALAH
PERUMUSAN MASALAH
LATARBELAKANG MASALAH

KETIDAK PUASAN GURU DALAM PEMBELAJARAN,
GURU MERASAKAN ADANYA MASALAH DALAM KBM
IDENTIFIKASI MASALAH

bertanya pada diri sendiri:

a. Apa yang sedang terjadi sekarang ?

b. Apakah yang sedang terjadi mengandung permasalahan ?

c. Apa yang dapat saya lakukan untukmengatasinya ?
ANALISA MASALAH

TENTUKAN PERMASALAHAN YANG SANGAT MENDESAK YANG HARUS SEGERA DIATASI DAN TENTUKAN CARA PENYELESAIANNYA
PERUMUSAN MASALAH


JELAS
 SPESIFIK
OPERASIONAL
Formulasi Membuat Rumusan Masalah:
Bagaimanakah meningkatkan ……….. Melalui ……… pada siswa kelas …… SD/MI Negeri ………?
Apakah dengan menggunakan …….. Dapat meningkatkan ………….. Siswa kelas …………. SMP/MTs.…………..?
CERMATI DAN SIKAPI CONTOH !!!!!
Peserta mensikapi dan mencermati contoh yang diberikan oleh fasilitator
Bersama peserta, fasilitator melakukan sharing tentang contoh PTK
LATAR BELAKANG
 MASALAH
MEMUJI KEBERHASILAN SISWA DIKELAS
IDENTIFIKASI MASALAH

* hasil belajar siswa rendah
* guru jarang memuji
* memuji sulit  dilakukan
* guru belum tahu manfaat                                        
memuj
ANALISA MASALAH

MEMUJI SISWA PERLU DILAKUKAN SEBAGAI UPAYA meningkatkan kualitas belajar siswa
 RUMUSAN MASALAH

APAKAH MEMUJI DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN
BAHASA ARAB KELAS VIII D
Kerja Mandiri
  1. Membuat Identifikasi Masalah
  2. Menganalisis Masalah
3.  Membuat Rumusan Masalah


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ok