Kalam Hikmah

Jumat, 01 Maret 2013

Doa Yang Terkabul



Do’a yang Terkabul
الحمد لله الذي جعل الجمعةَ أفضلَ الأيَّامِ فِىالأُسْبُوع واخْتَصَّه بساعة فيها دعاء مسموع، وقال تعالى* أدعوا ربّكم تضــرّعا وخفية إنّه لا يحبّ المفسدين *
واشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له شهادة انجُو بها من عذاب النار، واشهد ان سيّدنا محمدا عبده ورسوله نبيٌّ غفَرَ اللهُ ما تقدم من ذنبه وما تأخر. اللهم صلِّ وسلِّمْ على سيدنا محمدٍ عبدِك ورسولِك وعلى الِه  واصحَابه الذين اذْهَب اللهُ عنهم الرِّجْسَ وطهَّر، فيا أيها المسلمون اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وانتم مسلمون، اما بعد
Ma’asyiral muslimin Rokhimakumullah
 Pada kesempatan Jum’at ini, marilah kita merenungkan salah satu firman Allah dalam surat al A’raf ayat 55
     إنّه لا يحبّ المفسدين أدعوا ربّكم تضــرّعا وخفية
Berdoalah kepada tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak  menyukai orang-orang yang melampaui batas.
Dalam ayat ini Allah memberikan arahan kepada hamba-hambanya agar berdo’a dan memohon kepadanya kemaslahatan serta kebahagiaan hidup didunia dan akherat dengan berendah diri dan suara yang lirih/lembut, karena berendah diri dan suara yang lirih itu lebih patut dengan keagungan Allah dan kedekatan hubungan antara hamba dengan Tuhannya, disamping karena Allah memang tidak menyukai orang orang yang melampaui batas dalam segala hal terutama dalam berdo’a kepadanya.
 Ma’asyiral muslimin Rokhimakumullah
Mengapa doa diperintahkan? Allah SWT Berfirman dalam surat Fathir ayat 15
يا أيها النّاس أنتم الفقراء إلى الله والله هو الغنيّ الحميد
Hai manusia kamulah yang membutuhkan Allah, dan dialah yang maha kaya (tidak memerlukan sesuatu ) lagi maha terpuji.
Ayat ini menjelaskan bahwa semua ummat manusia membutuhkan Allah Ta’ala dalam setiap gerak dan diamnya, tentunya sebagai konsekwensi yang logis dari kondisi ini, mereka secara fitri akan senantiasa berdoa dan memohon kebutuhan mereka kepada Allah tanpa harus diperintahkan. Tetapi dalam ayat yang menjadi kajian ini, Allah memerintahkan kita sebagai manusia untuk berdoa kepadanya, sehingga pertanyaan yang muncul adalah “ Mengapa Do’a itu diperintahkan padahal doa merupakan kebutuhan kita sebagai Ummat manusia, jawabanya adalah :
*        Karena Fitrah manusia seringkali terkalahkan oleh faktor faktor eksternal yang menjadikan  manusia lupa berdoa k epada Allah SWT. Sehingga ia perlu diingatkan untuk berdo’a, Faktor Faktor eksternal itu diantaranya :
1.     Janji janji dan Godaan setan , seringkali kita tergiur dan lupa kepada Allah serta memohon kepadanya Allah SWT berfirman dalam surat annisa’ ayat 120
يعدهم ويمنّيهم ومـــا يعدهم الشيطان إلاّ غـــرورا
Setan itu memberikan janji janji kepada mereka yang membangkitkan angan angan kosong pada mereka, padahl setan itu tidak menjanjikan kepad mereka selain tipuan.
2.     Kesenangan Duniawi , yang dilimpahkan Allah kepada kita sehingga membuat kita merasa tidak membutuhkan lagi kepada Allah, tetapi bila kita dalam kondisi sulit dan menyadari bahwa limpahan kekayaan dunia sedikitpun tidak dapat menyelamatkan kita , kita mulai menghadapkan wajah kepada Allah.
3.     Kejahilan kita tentang Allah sebagai Tuhan, pemberi segala kenikmatan dan penguasa alam semesta ini sehingga kita meminta justru kepada selainnya, seakan akan mereka adalah tuhan kita
*        Karena doa itu memberikan Manfaat yang sangat besar dan diantara manfaat itu adalah :
1.     Penampakan karunia Allah kepada hamba hambanya yang sedang kebingungan dan lemah
2.     Dengan doa akan tertanam pada diri kita perasaan malu kepada Allah
3.     Do’a dapat menenangkan jiwa
Ma’asyiral muslimin Rokhimakumullah
Tadhorru’ atau berendah diri dalam berdoa harus meliputi semua aspek doa, baik yang lahir maupun bathin, dianra bentuk sikap tadhorru’ dalm berdoa adalah :
1.       Mengangkat tangan sa’at berdo’a, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat.
Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu daud dan ibnu Majah yang artinya : sesungguhnya tuhanmu itu maha hidup lagi maha pemurah, dia akan merasa malu terhadap hambanya, apabila hambanya menengadahkan kedua tangannya, lalu dia membiarkan kedua tanganya itu dalam keadaan kosong
2.         Tidak tergesa gesa dan cepat merasa putus asa sebagaimana sabda Rasul SAW. Riwayat imam bukhori yang artinya:
Doa setiap orang diantara kamu akan dikabulkan selama ia tidak tergesa gesa dan mengatan aku sudah berdoa tetapi doaku tidak kunjung dikabulkan.
3.         Keluar dari lubuk hati yang terdalam, tidak hanya sebatas permohonan secara lesan sementara hatinya merasa tidak membutuhkanapa yang dimohonkan oleh lesanya atau ia tidak merasa yakin kalau doanya dikabulkan sebagaimana hadits Rosul SAW
أدعو ا ربّكم وأنتم موقن بالإجـــابة
Berdoalah kepada Allah sedang kamu  meyakini akan  terkabul dan  ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa doa yang keluar dari hati yang  lalai.
4.         Gigih dalam berdoa : sebagaimana hadits Rasul yang artinya :
Janganlah salah seorang diantara kamu berdoa Ya Allah ampunilah aku jika engkau  menghendaki,.........
5.         Mengulang ulang doa tiga kali : sebagaimana Penuturan Ibnu Mas’ud “adalah Rasulullah SAW.  Senang bila mengulang ulang doanya 3 kali dan mengulang Istighfarnya 3 kali
6.         Memulai Do’a  untuk sendiri sebelum orang lain, sebagaimana penuturan Ubay bin ka’ab “adalah  rasulullah  SAW. Bila menyebut seseorang lalu mendoakanya beliau memulai dengan diri beliau sendiri.
Ma’asyiral muslimin Rokhimakumullah
Khufyah Suara lirih atau lembut, mengapa doa harus denga suara yang lembut, ada beberapa hal yang menguatkan kenapa do’a harus dengan suara yang lembut diantaranya:
·         Allah memuji nabi Zakaria yang selalu berdoa dengan suara yang lembut
“dan ingatlah ketika ia berdoa kepada tuhanya dengan suara yang lembut”
·         Kaedah syariat menetapkan bahwa : Suatu amaln kebaikan yang tidak diwajibkan akan lebih besar pahalanya jika dirahasiakan.
·         Hal ini telah menjadi tradisi salaf, sebagai mana yang dikatakan oleh al hasan.
Ma’asyiral muslimin Rokhimakumullah....
Disamping itu doa dengan suara yang lembut memiliki hikmah :
·         Menunjukkan kebesaran Iman
·         Menunjukkan kesopanan dan pengagungan
·         Menunjukkan kerendahan diri dan kekhusukkan kepada Allah
·         Menunjukkan keikhlasan
·         Menjadikan hati lebih konsentrasi kepada Allah swt
·         Menunjukkan kedekatan orang yang berdoa dengan Allah.
Ma’asyiral muslimin Rokhimakumullah
Demikian Khutbah singkat yang bisa kami sampaikan semoga sedikit tetapi membawa manfaat yang besar bagi kami pribadi dan Mustami’in pada umumnya,
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ. وَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. عِبَادَ الله، اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَقَرَابَتِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ أَجْمَعِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ وَوَفِّقْهُمْ لِلْعَمَلِ بِمَا فِيْهِ صَلاَحُ اْلإِسْلاَمِ وَالْمُسْلِمِيْنَ. َللَّهُمَ لاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لاَ يَخَافُكَ فِيْنَا وَلاَ يَرْحَمُنَا.َاللَّهُمَّ أَصْلِحْ جَمِيْعَ وُلاَةَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَانْصُرِ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللَّهُمَّ افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَّا بِالْحَقِّ وَاَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ.  ربّنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونننّ من الخـاسرين , رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبر

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ok